Komnas HAM : Hasil Autopsi Tunjukkan Tak Ada Perlawanan dari Siyono


www.dakwahmedia.net - Komisioner Komnas HAM, Siane Indriyani, menegaskan bahwa tidak ditemukan adanya tanda-tanda perlawanan dari hasil autopsi jasad Siyono (33), yang tewas bulan lalu setelah dijemput Densus 88. Ditemukan banyak luka memar dan patah tulang di jasad bapak yang meninggalkan lima anak tersebut.

“Tidak ada perlawanan. Tidak ada luka yang akibat defensif,” kata Siane menjelaskan laporan hasil autopsi tubuh Siyono di kantor pusat Komnas HAM di Jl. Latuharhari Sh No.4B, Menteng, Jakpus, Senin siang (11/04).

Siane didampingi tim dokter forensik Muhammadiyah yang melakukan autopsi jasad Siyono, Ketua PP Muhammadiyah Busyro Muqoddas, Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak, serta perwakilan sejumlah LSM diantaranya KontraS, Lingkar Madani (Lima), YLBHI, LBH Jakarta, dan PSHK.

Siane menjelaskan, ditemukan banyak pukulan benda tumpul di beberapa bagian di tubuh Siyono. Di antaranya ada luka bekas pukulan di bagian kepala, dada dan kaki.

Dari luka-luka tersebut, lanjut Siane, yang menyebabkan meninggalnya Siyono luka di dada. Tulang dada korban patah dan mengenai organ dalam.

“Ini yang ke arah jantung, menyebabkan kamatian yang fatal,” jelasnya.

Ketua Tim Dokter Forensik Muhammadiyah, dr. Gatot Soeharto, sebelumnya menjelaskan bahwa temuan-temuan luka di tubuh Siyono menununjukkan bahwa luka-luka tersebut terjadi saat dia masih hidup. Luka-luka tersebut akibat kekerasan dan pukulan benda tumpul.

“Ada temuan-temuan luka yang sifatnya entrafital, yaitu terjadi saat masih hidup dan terjadi akibat kekerasan,” jelas Gatot. [Kiblat/DakwahMedia]
Like Fanpage kami :

Monday, April 11, 2016

Post a Comment
close