LOGIKA SENGKUNI ATAS KASUS KEMATIAN SIYONO


www.dakwahmedia.net - Kelompok yang membela Siyono adalah pro terorisme | kalau begitu, pengacara yang jadi pembela tersangka koruptor di pengadilan kenapa tidak dikatakan pro korupsi?

Autopsi jenazah terduga teroris Siyono tidak perlu | Koruptor yang sudah jadi tersangka saja perlu advokasi untuk memastikan penangkapan, pemeriksaan, dan penahanannya sesuai dengan prosedur

Apa yang dilakukan densus 88 sudah sesuai dengan prosedur | kalau memang sesuai prosedur kenapa bisa sampai meninggal?

Siyono melawan ketika diamankan anggota Densus | berarti Densus ceroboh, katanya pasukan elit tapi mengamankan seorang guru ngaji saja tak becus

Tidak ada yang ditutup -tutupi oleh Polisi | kalau tidak ada yang ditutup-tutupi kenapa harus panik ketika jenazah Siyono mau diautopsi?

Masyarakat jangan membuat-buat opini | bukannya yang membuat-buat opini adalah Polisi sendiri

Siyono teroris, berbahaya, pegang senjata | tapi mana buktinya? mana faktanya? bukankah itu yang dinamakan membuat-buat opini?

Siyono orang penting dan petinggi Jamaah Islamiyyah | Kalau memang Siyono orang penting, kenapa penanganannya sembrono?

Kalau memang petinggi Jamaah Islamiyyah kenapa tidak dirunut jaringannya? | Kenapa malah dibikin mati? katanya mau memutus jaringan terorisme

Bagaimana mau mendeteksi anggota, anak buah dan gerakkannya kalau orangnya sudah tiada? | katanya mau memberantas terorisme sampai ke akarnya

Kalau memang Siyono adalah kunci untuk mengungkap gudang persenjataan Jamaah Islamiyyah | Kenapa malah disiksa hingga tak bernyawa? Kenapa tidak "dirayu" dan "diperalat" saja?

Bukankanya Polisi punya "rayuan maut" | Nasir Abbas yang punya reputasi terorisme internasional saja bisa takluk, lalu apalah Siyono yang cuma orang kampung

Purnadi
Aktivis Mahasiswa Banten
Like Fanpage kami :

Friday, April 8, 2016

Post a Comment
close