mewaspadai strategi densus 88 dalam menyikapi hasil autopsi jenazah siyono




Pasca didukungnya proses autopsi dan penyelidikasn atas kematian aktivis islam siyono, perlahan image densus 88 dimata masyarakat bergeser dan mulai berbalik arah pada pengungkapan fakta yang sebenarnya yaitu merekalah teroris sesungguhnya dan juga musuh ummat islam.

lalu akankah densus akan diam saja?
jawabannya bisa jadi tidak, lalu kira2 apa yang akan dilakukan demi menjaga posisi densus dimata masyarakat sebagai satuan yang benar-benar memburu "teroris"?
1. menyuburkan kembali program terorisme

densus yang didukung oleh barat bisa jadi akan melakukan project rahasia melalui sayap senyapnya (intelejen) untuk melakukan project2 rahasia dan rekayasa seperti pengeboman ditempat umum dengan membawa nama islam dan demi menjaga efisiensi bisa jadi akan benar2 membawa korban masyarakat umum.

2. memaksa para "tersangka" teroris agar mengaku bahwa adalah benar bahwa siyono dan neo jamaah islamiyah benar2 ada. hal ini bisa dilakukan dengan iming2 dana maupun penyiksaan yang berlebihan kepada para tersangka saat ini berada dalam tahanan, sebagaimana yang ungkapkan oleh keladiv humas mabes polri bahwa mereka akan benar2 membuktikan jika segala tindakan densus adalah benar dan demi menjaga keselamatan rakyat indonesia.

 oleh karenanya, membuktikan kematian siyono melalui proses autopsi menjadi hal yang kini perlu diperkuat dengan membuktikan bahwa terorisme adalah project rekayasa serta diadakan hanya demi menjaga kepentingan barat semata.
namun hal ini hanya bisa dilakukan secara ideologis dan politis mengingat kasus terorisme adalah masalah ideologis dan politis.

memutus kepercyaan rakyat terhadap penguasa pengkhianat juga tak kalah pentingnya sebab dengan begitu segala upaya yang dilakukan penguasa demi membela diri walau dengan merekayasa fakta sekalipun hanya akan berbalik memukul wajah mereka saja.

mari kawan2 rapatkan barisan, satukan pergerakan, demi terwujudnya revolusi islam, dan tegaknya khilafah rasyidah ala minhajin nubuwah

Rudy Andrean
Like Fanpage kami :

Sunday, April 10, 2016

Post a Comment
close