Misi Terselubung Israel Di Balik Perundingan Damai Suriah


www.dakwahmedia.net - Kamis lalu, PM Israel Benjamin Netanyahu bertamu ke Moskow, dan bertatap muka dengan Vladimir Putin. Kunjungan ini disinyalir berkaitan erat dengan Proses Perdamaian Suriah di Jenewa dan sengketa dataran tinggi Golan di perbatasan Israel-Suriah.

Dikutip dari Arabi21, saluran televisi Channel 2 mencatat bahwa dalam kunjungannya, Netanyahu menuntut Putin agar Rusia memainkan perannya di Suriah. Serta menjamin agar perundingan Jenewa saat ini dapat menjaga kepentingan Israel.

Sementara itu, Reuters menyebutkan pada sidang kabinet pertamanya di Golan Netanyahu menyatakan bahwa Dataran Tinggi Golan selamanya dimiliki oleh Israel.

“Dataran tinggi Golan akan tetap berada di tangan Israel selamanya,” kata Netanyahu pada Ahad (17/04).

Hal serupa juga diberitakan oleh Harian Yediot Ahronot edisi Ahad. Dalam kunjungannya, Netanyahu mendesak Moskow agar dalam setiap urusan penyelesaian politik di Suriah tidak mengusik keamanan Israel.

Desakan serupa juga disampaikan Netanyahu kepada Amerika Serikat. Melalui sambungan telepon dengan Menteri Luar Negeri AS John Kerry pada hari Sabtu (16/04), Netanyahu menuntut agar setiap kesepakatan damai untuk mengakhiri perang sipil Suriah jangan sampai mengancam stabilitas Israel.

Terkait sengketa dataran tinggi Golan, Rusia dinilai merupakan sandaran tepat bagi Israel. Harian Yediot Ahronot menyebutkan Netanyahu berusaha memanfaatkan peran Rusia di Suriah sebagai negosiatornya dalam Perundingan Jenewa. Hal ini diindikasi bahwa, perundingan damai Suriah di Jenewa diselenggarakan dibawah naungan PBB, AS dan Rusia.

Harian Yediot menambahkan bahwa, intervensi Rusia merupakan peluang emas bagi Israel. Melalui peran Moskow dalam menentukan masa depan Suriah, Tel Aviv yakin bahwa Putin akan memastikan perbatasan Suriah terutama Golan, kelak akan memihak ke Israel.

Sementara itu, Harian itu juga membeberkan bahwa serangan koalisi internasional yang dipimpin AS untuk melawan gerakan jihad di Suriah dan Irak, merupakan kontribusi AS untuk menjaga dan melindungi masa depan Israel dari jangkauan para Jihadis.

Putin pun mengakui bahwa keberadaan Israel di sisinya, merupakan prasyarat bagi keberhasilan intervensi di Suriah dan Timur Tengah. Inilah indikator bahwa Rusia siap untuk memperhitungkan kepentingan Israel terkait masa depan Suriah, menurut Harian Yediot Aharonot.

Rusia merupakan sekutu utama Bashar Al-Assad. Putin pun berkomitmen akan menjaga kesatuan wilayah Suriah. Akan tetapi, terkait dataran tinggi Golan sikap Rusia diketahui agak tertutup dan tidak transparan.

Sementara itu, Moskow dan Tel Aviv terus menjalin kerjasama rahasia dan koordinasi antara kedua belah pihak. Pejabat Israel mengatakan bahwa Putin telah memperkuat kerjasama dengan Israel dalam bidang keamanan dan bidang ekonomi, terutama bidang pertukaran keamanan, perdagangan regional dan kerjasama di bidang teknis dan lain-lain. 
Like Fanpage kami :

Monday, April 18, 2016

Post a Comment
close