Mualaf Asal Korea Ini Masuk Islam Karena Produk Halal


www.dakwahmedia.net - Ini adalah kisahku dengan Mr. Kim. Laki-laki berbaju biru di foto adalah Mr Kim dari Korea. Kami bertemu di event Mihas 2016, Pameran Produk Syariah Dunia, Kuala Lumpur, Maret 2016.

Awal bertemu, saya pikir dia sedang menawarkan produk. Ternyata dia dari sebuah asosiasi yg mengurus perizinan 'label' Halal di Korea yang sedang melakukan penjajakan dengan Malaysia. Dia bersikeras mengajak saya berdiskusi. Melihat saya berjilbab lebar, dia pikir saya paling paham segala sesuatu tentang syariah.

Berbincang dengannya, tahulah saya bahwa ternyata dia sedang jatuh cinta sekali pada Islam.

" I just wanna share with you,” katanya serius.

Mr Kim jujur mengakui, bahwa beberapa tahun lalu ia mempelajari Islam hanya sebagai komoditas bisnisnya. Awal Korea dengan K-Pop-nya sedang naik daun. Hal ini mengundang banyak wisatawan terutama dari Asia dan Timur Tengah. Mereka ramai berlibur ke negaranya, dan 70 persen diantaranya adalah Muslim.

Mau tidak mau, peluang untuk membuat bisnis travel 'Islami' , wisata tempat makan halal, wisata masjid, dan lain-lain menjadi terbuka. Berbulan ia mempelajari tentang syarat Halal. 'Hanya' perkara makanan Halal 'saja', dia kemudian berubah keyakinan! Semula Mr. Kim tidak beragama menjadi Muslim. Masya Allah.

Ia heran, di dalam Islam memotong unggas saja harus begitu detil. Ia mempelajari mengapa menyembelih harus menggunakan pisau yang tajam sekali, tidak boleh menyakiti, tidak boleh bercampur dengan zat haram, dan lain-lain. Itu semua diceritakannya dengan berapi-api.

"Saya sudah haji beberapa bulan lalu!" ucapnya dengan berbinar.

Mendengarkan ia terus saja mengagumi agama barunya, membuat saya terharu.

Kita bersyukur, terlahir sebagai muslim. Kita berbahagia kakek nenek kita 'sudah' muslim. Menjadi seorang yg terlahir di keluarga sudah ber-Islam menjadi sebuah warisan yang mahal buat kita. Namun tentu yang jatuh cinta dan menemukan Islam langsung, seperti Mr Kim, juga tak kalah berbahagia.

Semoga kita tak kalah antusias pada agama kita seperti Mr Kim. Semoga percepatan kita melakukan ajaran-ajaran Islam, juga tak kalah gesit dari Mr Kim.

Tak perlu banyak tanya kenapa ketika kita mendengar perintah dan laranganNya. Cukup saat kita dengar perintahNya, kita taat!
Oleh : Oleh: Yana Nurliana

Silahkan Bagikan Jika Bermanfaat

Tuesday, April 19, 2016

Post a Comment
close