MUI Tanggapi Komentar BNPT Terkait Sebut Islam Disangkutkan Dengan Teroris Merupakan Resiko Mayoritas


www.dakwahmedia.net - Dalam kunjungan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme ke MUI Kamis kemarin, Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Hamidin mengatakan terorisme akan selalu menggunakan konteks agama. Saat dikaitkan dengan Islam yang kerap dijadikan subjek terorisme, ia menyebut bahwa hal itu risiko mayoritas.

Dalam hal ini, Ketua MUI Bidang Kerukunan Umat Beragama Dr KH Yusnar Yusuf mengatakan tidak sependapat dengan perkataan Hamidin. Ia menilai pernyataan itu seolah-olah masalah terorisme hanya dibebankan kepada umat Islam.

“Teroris ini bukan Islam, nah ini yang jadi dilematis dalam pertemuan kemarin, seolah-olah dibebankan kepada umat (Islam). Saya tidak sepakat bahwa ini dibebankan kepada umat,” ujarnya saat dihubungi Kiblat.net pada Jum’at (15/04).

Yusnar menambahkan, seharusnya hal itu merupakan sebuah risiko bagi bangsa, tidak hanya umat Islam yang mayoritas.

“Kasus terorisme juga seharusnya dibebankan kepada negara, itu kan anak bangsa,” tegasnya.

Ia mengambil contoh kejadian di Paris, dimana negara itu tidak berpenduduk mayoritas Muslim. Kata dia, apakah hal itu tetap juga disebut sebagai risiko umat Islam.

“Itu bukan hanya resiko terhadap umat Islam, itu resiko terhadap sebuah bangsa, kalau terjadi di Paris apakah risiko umat Islam, kan tidak. Itu kan resiko bangsa itu sendiri yang menghadapinya,” pungkasnya. [Kiblat/DakwahMedia]
Like Fanpage kami :

Friday, April 15, 2016

Post a Comment
close