PERSIS : Densus 88 Banyak Melakukan Dosa Pada Umat Islam


www.dakwahmedia.net - Sebagai lembaga antiteror, Densus 88 dinilai kerap melakukan pelanggaran hak asasi manusia, khususnya terhadap kaum muslim. Secara umum, Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PERSIS) mencatat sedikitnya ada 5 dosa yang dilakukan lembaga berlambang burung hantu itu yang melukai umat Islam.

“Di antara pelanggaran-pelanggaran prosedur dan pengabaian HAM yang amat melukai umat Islam Indonesia adalah membunuh para terduga teroris dengan keji d isaat mereka sudah nyata-nyata menyerah dan tidak ada lagi kemungkinan untuk melakukan perlawanan,” kata Wakil Ketua Umum PP PERSIS, Dr. Jeje Zaenudin dalam pernyataan tertulisnya, Sabtu (09/04).

“Seperti dalam kasus penyerbuan teroris di Tanah Runtuh, Poso tahun 2013,” imbuhnya mencotohkan.

Pelanggaran kedua, lanjut Jeje, Densus 88 melakukan penggerebekan dan penangkapan bahkan menembaknya di saat terduga sedang melangsungkan ibadah shalat. Selanjutnya, detasemen antiteror itu melakukan penangkapan dan penggeladahan di sekolah TK atau di madrasah Taman Pendidikan Al Quran (TPA) di saat anak anak sedang belajar al Quran.

Keempat, Densus 88 kerap melakukan penangkapan dan peggeladahan terduga di waktu dan hari-hari penting keagamaan bagi umat Islam. Di antaranya penggerebekan saat shalat, bulan puasa, dan menjelang Idul Fitri.

Selain itu, aksi penangkapan terduga teroris juga kerap dikaitkan dengan ciri pakaian dan pemahaman keagamaan. Termasuk dikaitkan dengan sikap ketaatan umat Islam dalam menjalankan agamanya.

“Semua tindakan Densus 88 tersebut di atas menimbulkan kecurigaan seakan Densus 88 sedang membangun kesan bahwa radikalisme dan terorisme memang ditumbuhsuburkan oleh kalangan umat Islam yang taat beribadah dan hanya bisa dihilangkan oleh mereka yang tidak lagi mempedulikan agamanya,” pungkasnya. [Kiblat/DakwahMedia]
Like Fanpage kami :

Sunday, April 10, 2016

Post a Comment
close