PP Pemuda Muhammadiyah : Ada Indikasi Penyalahggunaan Kekuasaan dan Korupsi dalam Isu Terorisme


www.dakwahmedia.net - Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak, membeberkan beberapa fakta berkaitan uang dua gepok yang Kapolri sebut berasal dari saku Kadensus, yang diterima oleh Suratmi, isteri alm. Siyono.

Berbicara dalam diskusi madrasah anti-korupsi seri 8 yang bertajuk “Terorisme dan Korupsi” di Autorium KH. Ahmad Dahlah, PP Muhammadiyah, Jakarta, pada Rabu (29/04), Dahnil menyebutkan potensi abuse of power (penyalahgunaan kekuasaan) dan korupsi dalam isu-isu terorisme Indonesia sangat besar.

Sebagaiman diketahui, saat diberitahu bahwa Siyono suami Suratmi telah tiada, Densus 88 menyodorkan uang dua gepok kepada Suratmi. Setelah dibuka dihadapan publik, diketahui jumlah uang tersebut berisi sepuluh ikat—setiap ikat berisi uang sepuluh juta—, yang ditotal berjumlah 100 juta Rupiah.

“Pertanyaanya adalah dari mana uang itu?” tanya Dahnil.

Dahnil berkesimpulan, ada kecerobohan dari pihak Densus 88 berkenaan uang dua gepok tersebut. Pasalnya, di setiap ikatan uang tersebut terdapat setempel. Setelah diselidiki, uang sepuluh ikat itu tidak berasal dari satu bank yang sama.

Dari seratus juta yang terdiri dari sepuluh ikat tersebut, Muhammadiyah menemukan bahwa lima ikat uang alias 50 juta berasal dari sabuah bank di Central Park. 20 puluh juta berasal dari bank di Tanah Abang. 20 juta dari bank dari Kemang, sementara itu satu ikat terakhir berisi sepuluh juta tidak ada setempel.

Hal ini lantas memancing kecurigaan, karena banyak statement terutama Kadensus mereka tidak memiliki anggaran yang cukup. Sedangkan Dahnil menjelaskan bahwa setelah dicek, bisa jadi uang itu berasal dari rekening beberapa orang.

“Kadang-kadang anggaran yang mereka gunakan ini berasal dari ‘mereka-mereka’ yang simpati. Nah yang simpati ini siapa?” ujarnya penuh tanya.

Dahnil juga menekankan bahwa sudah waktunya Polri melakukan transparansi dan akuntabilitas. Karena banyak potensi abuse of power dan pemburu rente dibalik isu terorisme. [Kiblat/DakwahMedia]
Like Fanpage kami :

Friday, April 29, 2016

Post a Comment
close