Ramadhan Segera Tiba, Persiapkan Kedatangannya


www.dakwahmedia.net - ALHAMDULILLAH, saat ini kita sudah memasuki bulan Rajab, tanda sebentar lagi sudah masuh bulan Ramadhan. Kita sering mendengar sebuah doa agar dipertemukan dengan bulan Ramadhan.

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

“Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikanlah (umur) kami kepada bulan Ramadhan.”

Allah Subhanahu WaTa’ala berfirman;

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (QS: At Taubah: 36)

Bulan Rajab selaku bulan yang bertetangga dengan Ramadlan mempunyai ‘percikan’ berkah sendiri. Di bulan Rajab, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam sudah menampakkan bentuk kerinduan pada bulan Ramadlan, padahal antara bulan Ramadlan dengan bulan Rajab masih ada satu bulan perantaranya yaitu bulan Sya’ban. Tetapi sekali lagi, Rasulullah sudah menampakkan kegembiraan dan kerinduannya kepada bulan tersebut.

Maka pertanyaannya, apa saja yang perlu diketahui  dalam  bulan agung itu serta kelebihan apa yang dimilikinya sehingga kita yang masih di bulan Rajab ini turut mempersiapkan diri dalam menyambutnya.

Ramadlan adalah bulan yang sangat diistimewakan Allah Azza wa Jallah, karena dengannya seluruh pintu Surga dibuka dan pintu jahannam tempat penyiksaan manusia ditutup rapat.

Sebagaimana hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, Ibnu Hibban dan Baihaqi, dari Abu Hurairah, Rasululah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda; “Ketika tiba malam pertama bulan Ramadlan, setan-setan dan jin-jin durhaka dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup, sehinga tidak ada satu pintu neraka pun yang dibuka, dan pintu-pintu surga dibuka sehingga tidak ada satu pintu surga pun yang ditutup. Lalu seseorang berseru, wahai pencari kebaikan maka sambutlah, wahai pelaku kejahatan maka tahanlah. Dan milik Allah-lah orang-orang ang dibebaskan dari neraka, dan hal itu terjadi pada setiap malam.”

Bulan Ramadlan adalah bulan yang dapat dikatakan bulan panen pahala dan berkah, sebuah bulan yang Allah subhanahu wata’ala sengaja memanjakan hamba-hambanya yang beriman, bahkan umat manusia secara keseluruhan.

Karena bulan tersebut merupakan  kesempatan yang sangat spesial dan menggiurkan bagi para pencari hidayah dan ampunan dari Rabb pemilik alam semesta ini.

Dapat kita lihat beberapa lanjutan keistimewaan bulan ramadlan selain dibukanya pintu surga dan ditutupnya pintu neraka. Pertama, bulan ini adalah tempat diturunkannya kalam Allah Subhanahu Wata’ala yaitu Al-Qur’an, wahyu-Nya yang diturunkan sebagai surat cinta untuk umat manusia.

Kedua, amal sholeh akan dilipat gandakan. Ketiga, bulan ini adalah bulan yang penuh keberkahan didalamnya. Keempat, tempat pengampunan dosa. Kelima, sebuah bulan yang mendidik kita mencapai derajat ketaqwaan. Keenam,  ada satu malam yang jika kita berhasil mendapatkannya maka pahala pada malam tersebut lebih baik dari seribu bulan, dialah malam Lailatul Qadar.

Dengan melihat keistimewaan-kesistimewaan yang dimiliki bulan Ramadlan, maka pantaslah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wassallam, para sahabatnya, para tabiut tabiin serta para ulama berharap penuh berjumpa dengannya.

Kita selaku orang Islam yang mempunyai keimanan yang tidak ada bandingnya dengan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam dan para sahabat beliau semestinya lebih merindukannya karena tahu bahwa diri ini penuh dosa dan maksiat. Wallahu A’lam bisshowab.

Ramadhan adalah bulan dimana orang-orang sholeh dan para generasi salaf berdoa kepada Allah agar mereka disampaikan dan dipertemukan dengannya, bahkan enam bulan sebelum kedatangannya. Adalah Mualla bin al-Fadhl pernah berkata: “Mereka (ulama salaf) selama enam bulan berdoa kepada Allah supaya disampaikan ke bulan Ramadhan, dan berdoa enam bulan selanjutnya agar amalan mereka pada bulan Ramadhan diterima.” Semoga kita bisa mengikui jejaknya. [Hidayatullah/DakwahMedia]
Like Fanpage kami :

Tuesday, April 19, 2016

Post a Comment
close