Reklamasi Jelas Untungkan Pengusaha Properti, Bukan Masyarakat!


www.dakwahmedia.net - Siapa yang akan diuntungkan dari adanya reklamasi pantai di Jakarta dan di Bali, atau mungkin di kemudian hari di daerah lain di Indonesia? Rakyat, kah? Atau justru para pengusaha? Demikian pertanyaan masyarakat awam Jakarta jika benar-benar memperhatikan dan mengamati dengan seksama perihal reklamasi pantai.

Termasuk penulis novel ternama Darwis, atau lebih akrab dengan nama Tere Liye.
Novelis ini dengan tegas menolak rencana pemerintah (DKI Jakarta) untuk lakukan reklamasi. Bahkan ia secara gamblang menyatakan bahwa yang akan diuntungkan dari reklamasi itu hanyalah orang-orang atau kelompok tertentu.

Ia pun seperti memberikan sinyal kalau reklamasi tersebut hanyalah akal-akalan para pengembang. "Lantas siapa yang diuntungkan dari reklamasi ini? Perusahaan pengembang, kita tahu sekali siapa mereka-mereka ini, pemain tajir--yang bahkan bersedia menyuap demi menyukseskan misinya.
Siapa yang dirugikan? Nelayan, penduduk, rakyat banyak, langsung ataupun tidak langsung, reklamasi akan berdampak kepada mereka.

Yang untung cuma segelintir orang, yang buntung jutaan orang. Bayangkan jika 50.000 hektare? Duitnya ewow banget," tulisnya di halaman (fanpage) Facebook miliknya.

Ia juga mengingatkan bahwa apa yang pernah terjadi seharusnya tidak terulang kembali. Mengingat, selain itu sudah terjadi dan transparansinya pun terbilang nihil, reklamasi juga akan memperbesar ketidakpedulian pemerintah terhadap isu lingkungan.

"Saya tahu, Ancol itu tidak beranak sendiri tiba-tiba jadi begitu saja, tapi sudah tiba saatnya, mari kita tutup periode masa lalu, yang tidak pernah transparan, akuntabel soal reklamasi pantai ini, saatnya tiba: menghentikan total semua reklamasi.

Sudah semakin besar kesenjangan soal ini, tidak perlu ditambah lagi. Berhenti ribut, menyalahkan ini, membela itu.

Saya tidak peduli soal politik, malas berdebat, lupakan siapa yang memulai semua reklamasi ini, mari fokus ke: hentikan! Nah, siapapun yang punya kekuasaan menghentikannya (karena sedang menjabat), please hentikan. Tunjukkan kalian masih peduli dengan isu lingkungan (lebih-lebih, peduli pada banyak orang, bukan hanya peduli pada pengusaha properti saja).

Hentikan reklamasi pantai, demi keadilan, demi anak cucu kita kelak.
Like Fanpage kami :

Friday, April 8, 2016

Post a Comment
close