Serangan Udara Rezim Assad Tewaskan 17 Warga Sipil di Aleppo


www.dakwahmedia. net - Damaskus – Keterlibatan Rusia dalam kecamuk perang Suriah kembali menjadi sorotan dunia. Meski pada Maret kemarin Moskow secara resmi menarik pasukan utamanya dari Suriah, dan mendukung perundingan perdamaian Suriah, namun sekutu Bashar Assad itu masih melancarkan serangan udara di Aleppo hingga saat ini.

Anadolu melaporkan, sedikitnya tujuh belas warga sipil tewas dan 45 lainnya luka-luka akibat serangan udara di al-Kallasa provinsi Aleppo pada Kamis (28/04). Berdasarkan keterangan pihak keamanan sipil setempat, Najib al-Ansar, serangan itu berasal dari jet-jet Rusia.

Sehari sebelumnya, Rabu (27/04), jet Rusia juga menyerang sebuah rumah sakit lapangan di al-Sokkari Aleppo. Puluhan orang tewas dan luka.

Menteri Luar Negeri AS John Kerry dalam sebuah pernyataan tertulis menyatakan bahwa AS “marah” terhadap serangan tersebut. Menurutnya, Rusia memiliki tanggung jawab untuk mendesak untuk menekan rezim agar memenuhi komitmennya dan mematuhi sepenuhnya kesepakatan gencatan senjata.

Berdasarkan kesepakatan yang dicapai pada bulan Februari silam, semua pihak di Suriah diharuskan menghentikan penyerangan. Perjanjian tersebut hanya dikecualikan untuk ISIS dan Jabhah Nushrah.

Rusia mulai mengintervensi militer di Suriah pada bulan September 2011, kebijakan ini dilakukan setelah permintaan resmi bala bantuan dari rezim Bashar Assad yang diperangi oleh kelompok-kelompok oposisi bersenjata. Pada bulan Maret, Rusia mengumumkan pengurangan parsial pasukannya yang dikerahkan di Suriah.

Menurut penghitungan yang disusun oleh Anadolu Agency, lebih dari 361.000 orang telah tewas di Suriah sejak konflik meletus pada tahun 2011.
Like Fanpage kami :

Thursday, April 28, 2016

Post a Comment
close