TAFSIR AL WAQIAH AYAT 27-40. GOLONGAN KANAN & BALASAN ATAS MEREKA


Oleh : M. Luthfi Hidayat

بسم الله الرحمن الرحيم

Tafsir Surat Al Waqi’ah 27-40:

GOLONGAN KANAN & BALASAN ATAS MEREKA. Ini adalah  golongan yang kedua dari surat Al Waqi'ah. Setelah Allah menjelaskan golongan yang pertama, yakni orang-orang yang didekatkan oleh Allah SWT. kepadanya.

(وَأَصْحَابُ الْيَمِينِ مَا أَصْحَابُ الْيَمِينِ)
(27). Dan golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu.
(kata tanya ini juga untuk mengagungkan mereka dan perintah kagum atas keadaan mereka. Maknanya: Tahukah kalian, siapakah mereka dan bagaimanakah keadaan mereka?)

(فِي سِدْرٍ مَخْضُودٍ)
(28). (Berada) diantara pohon bidara yang tidak berduri.(Ulama tafsir berkata: “Yang dimaksudkan adalah pohon bidara yang sudah dipotong durinya”.
Dalam hadits dikatakan seorang Badui berkata: “Ya Rasulallah, Allah menyebutkan di dalam surga ada sebuah pohon yang menyakiti pemiliknya, yakni pohon bidara”.
Nabi menjawab: “Allah memotong durinya, lalu menjadikan buah pada tiap tempat durinya. Dan satu buah menjadi terbelah 72 macam makanan, tidak ada padanya macam yang menyerupai yang lain.”(HR. Hakim dan Al Baihaqi).

(وَطَلْحٍ مَنْضُودٍ)
(29) dan (semacam) pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya).

(وَظِلٍّ مَمْدُودٍ)
(30) dan naungan yang terbentang luas.(Tidak akan sirna dan terhapus oleh matahari, sebab surga semuanya merupakan naungan teduh).

Dalam hadits disebutkan: “Sesungguhnya di dalam surga terdapat sebuah pohon yang pengendara berjalan di naungannya selama seratus tahun tidak habis. Jika kalian ingin, maka bacalah ayat ”dan naungan yang terbentang luas”(HR. Bukhari).

(وَمَاءٍ مَسْكُوبٍ)
(31) Dan air yang tercurah.
(Al Qurtubi berkata: “Bangsa Arab hidup di daerah yang sulit air, mereka tidak mendapakan air kecuali dengan menimba, sehingga dijanjikan surga yang menyenangkan, penuh dengan pepohonan, naungan, air, dan sungai yang mengalir di bawahnya".

(وَفَاكِهَةٍ كَثِيرَةٍ)
(32) Dan buah-buahan yang banyak.

(Buah-buahan dalam bahasa arab terambil dari kata: fa-ka-ha, Orang yang sangat berbahagian disebut dengan faa ki huun. Ini mengandung makna bahwa jika orang sudah dalam level menikmati buah-buahan bahwa yang bersangkutan menikmatinya dalam keadaan yang sangat berbahgia).

(لَا مَقْطُوعَةٍ وَلَا مَمْنُوعَةٍ)
(33) Dan yang tidak berhenti (buahnya) dan tidak terlarang (mengambilnya).

(Ibnu Abbas berkata: “Buah-buahan itu tidak berhenti berbuah dan berkurang jika dipetik dan tidak seorangpun dilarang untuk memetiknya”. Dalam Hadis disebutkan: “Tidaklah buah diantara buah buah surga dipetik kecuali buah lain kembali di tempatnya”(HR. At Tabrani)

(وَفُرُشٍ مَرْفُوعَةٍ)
(34) dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk.
(Kasur yang tinggi dan halus.
Disebutkan dalam Hadits, “Tingginya sebagaimana antara langit dan bumi dan jarak diantara keduanya lima ratus tahun”.(HR. An Nasai dan at Turmudzi).

(إِنَّا أَنْشَأْنَاهُنَّ إِنْشَاءً)
(35) Sesungguhnya kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung.

(Dalam at Tashil disebutkan, Allah menciptakan mereka di Surga dengan ciptaan baru dengan kecantikan tiada tara. Nenek-nenek menjadi gadis muda dan wanita yang buruk rupa menjadi cantik. Ibnu Abbas berkata: “Makna ayat ini adalah , wanita bangsa manusia yang tua diciptakan Allah setelah tua dan pikun menjadi makhluk yang lain”.

(فَجَعَلْنَاهُنَّ أَبْكَارًا)
(36) Dan kami jadikan mereka (gadis-gadis) yang perawan.
(Kami jadikan mereka wanita yang suci. Setiap kali suami mendatangi mereka, maka mereka mendapatkan istri mereka dalam keadaan gadis perawan.

(عُرُبًا أَتْرَابًا)
(37) penuh cinta (mereka merindukan dan mencintai suami mereka) lagi sebaya umurnya (usianya sama-sama dengan mereka, yaitu berumur tiga puluh tahun).

Dalam hadits disebutkan, “Seorang wanita tua menghadap Nabi, lalu berkata, “Ya Rasulullah, doakanlah kepada Allah agar Dia memasukkanku ke surga, Nabi bersabda: “Hai ummu Fulan, sesungguhnya surga tidak dimasuki oleh nenek-nenek.” Maka wanita itu pergi dengan menangis, lalu Nabi bersabda: “Beritahulah dia, bahwa ia tidak masuk surga dalam keadaan nenek-nenek, maka Rasul membacakan ayat di atas”.

(لِأَصْحَابِ الْيَمِينِ)
(38) (Kami ciptakan mereka) untuk golongan kanan.

(ثُلَّةٌ مِنَ الْأَوَّلِينَ)
(39) (yaitu) segolongan besar dari orang-orang terdahulu.
(Makna orang terdahulu bisa orang terdahulu dari kalangan Nabi sebelum Rasulullah, juga ada yang mamaknai adalah golongan terdahulu dari kalangan Nabi Muhammad saw, yakni para shahabat beliau),

(وَثُلَّةٌ مِنَ الْآخِرِينَ)
(40) dan segolongan (besar pula) dari orang-orang kemudian.
(Yakni golongan terakhir dari ummat Muhammad saw).

Kaum Muslimin...
Jika kita tidak termasuk golongan yang pertama, yakni golongan orang-orang yang didekatkan Allah SWT, karena dalam ayat ini, inilah golongan yang paling tinggi di sisi Allah.  Setidaknya semoga kita berada di golongan yang kedua ini. Allahumma Amin
Like Fanpage kami :

Saturday, April 16, 2016

Post a Comment
close