TAFSIR SURAT AL WAQI'AH 41-48. GOLONGAN KIRI & BALASAN ATAS MEREKA


www.dakwahmedia.net - Setelah Allah menyebutkan Golongan Terdekat (yakni golongan yang pertama) dan Golongan Kanan (golongan yang kedua), selanjutnya Allah menjelaskan keadaan Golongan kiri (golongan ketiga) di Yaumil Akhir nanti.

Golongan kiri adalah orang-orang yang diberi lembaran amal perbuatan dengan tangan kiri, bagaimana keadaan dan kesudahan mereka. Allah berfirman:

(وَأَصْحَابُ الشِّمَالِ مَا أَصْحَابُ الشِّمَالِ)

(41). Dan golongan kiri, siapakah golongan kiri ini? .

(Bagaimanakah golongan kiri ini? Kata tanya (harfu istifham) ini bermakna untuk menciptakan rasa takut sekaligus perintah heran dengan keadaan mereka. Lalu Allah SWT merinci keadaan mereka).

(فِي سَمُومٍ وَحَمِيمٍ)

(42) Dalam (siksaan) angin yang amat panas dan air yang panas dan mendidih.

Makna kata ( سَمُوم ) samuum adalah angin panas tanpa sedikit uap air pun. Para ulama ada yang berpendapat ia terambil dari kata (مَسَام ), yang artinya pori-pori, karena panasnya tersebut sampai menembus pori-pori, juga ada yang berpendapat dari kata ( سَمَّ ) yang berarti racun, karena panasnya membinasakan seperti racun.  Dan kata hamim ( حَمِيم ) adalah air panas.

(وَظِلٍّ مِنْ يَحْمُومٍ)

(43) dan dalam naungan asap yang hitam.

(Kata ( يَحْمُوم ) terambil dari kata ( الحَمام ) yang artinya arang. Kata yahmum berarti asap tebal yang hitam.

(لَا بَارِدٍ وَلَا كَرِيمٍ)

(44) Tidak sejuk—sehingga meringankan panasnya-- dan tidak menyenangkan –bila dihirup-- .

(Yaitu hembusannya tidak menyenangkan dan pemandangannya tidak membahagiakan. Dan tidak nyaman dipandang orang yang ingin berteduh di sana. Al Khazin berkata: “Naungan dan tempat teduh ada dua faedahnya; pertama mengusir panas, dan kedua nyaman dipandang dan seseorang di naungan tersebut dihormati. Namun, naungan ahli neraka tidak sama, sebab mereka berada dalam asap hitam yang panas). Kemudian Allah menjelaskan kenapa mereka diadzab demikian.

(إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَٰلِكَ مُتْرَفِينَ)

(45) Sesungguhnya mereka sebelum itu hidup bermewah-mewah ).

(Karena mereka hidup mewah dan foya-foya di dunia dengan menuruti hawa nafsu dan syahwat, angkuh sambil melupakan Allah).

(وَكَانُوا يُصِرُّونَ عَلَى الْحِنْثِ الْعَظِيمِ)

(46)  Dan mereka terus-menerus atas (melakukan) dosa besar.

(Mereka selalu melakukan dosa besar, yaitu mempersekutukan Allah. Ulama tafsir berkata: “Maksudnya mereka selalu melakukan dosa besar yakni kekafiran kepada Allah seperti yang dikatakan Ibnu Abbas bahwa dosa besar mereka itu adala syirik“. Sama sekali tidak terbersit niat untuk bertaubat. Ulama yang lain mengatakan bahwa dosa besar yang mereka lakukan adalah sumpah palsu, berkhianat dan lain sebagainya (Quraish Shihab).  Siksa yang disebut berbeda dari segi rinciannya dengan ganjaran yang diterima oleh penghuni surge. Ketika ganjaran untuk ahli surga, tidak disebut rinci amalan-amalan mereka. Berbeda dengan ayat yang menyebut sekian banyak dosa yang dilakukan golongan kiri.  Ini mengisyaratkan bahwa ganjaran yang diterima di surga tidak semata atas perbuatan mereka, tapi Karena kemurahan Allah SWT.  Sementara di neraka mereka disika karena ulah perbuatan mereka sendiri.

(وَكَانُوا يَقُولُونَ أَئِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَعِظَامًا أَإِنَّا لَمَبْعُوثُونَ)

(47) Dan mereka mengatakan: “Apakah apabila kami mati dan menjadi tanah dan tulang-belulang, Apakah sesungguhnya kami benar-benar akan dibangkitkan?”

(Artinya, mereka mengatakan hal tersebut dengan tujuan mendustakan dan menganggapnya sebagai sesuatu yang mustahil).

(أَوَآبَاؤُنَا الْأَوَّلُونَ)

(48) Apakah bapak-bapak kami yang terdahulu (juga dibangkitkan)?” .

(Ini menegaskan kembali keingkaran tersebut. Maksudya apakah nenek moyang kami dahulu juga dibangkitkan selama jasad mereka hancur dan tulang- belulang mereka bercerai-berai).
Oleh : H Luthfi Hidayat
Like Fanpage kami :

Tuesday, April 19, 2016

Post a Comment
close