Akhirnya ini pengakuan dari Oki Setiana Dewi Setelah Dituduh Ustadzah Abal Abal dan Patok tarif tinggi


Setelah diterpa tuduhan miring terkait sepak terjangnya di dunia dakwah, Oki Setiana Dewi akhirnya angkat bicara. Di tengah badai cobaan yang menimpa dirinya, Oki menyatakan bersyukur karena hal itu menjadi bahan muhasabah atau instrospeksi dirinya dalam dunia dakwah.
Ustazah sekaligus artis yang memulai karirnya melalui layar lebar “Ketika Cinta Bertasih” itu mengklarifikasi bahwa dirinya tidak mengetahui ada petisi yang ramai di media sosial itu.
Oki membantah sejumlah poin terkait petisi yang diuggah oleh salah satu akun palsu ke change.org itu.
Berikut beberapa poin bantahan Oki Setiana Dewi 
Oki Setiana Dewi menyatakan, latar belakang pendidikan agama yang didapat dari sejumlah lembaga yang diikutinya sejak Sekolah Menenga Atas (SMA).
Selain itu, kata Oki, ibu dua anak itu juga aktif dalam Lembada Dakwah Kampus (LDK) ketika masuk di Universitas Indonesia (UI). Hingga akhirnya Oki menempuh pendidikan persiapan di Universitas Ummul Qura, Mekkah, Arab Saudi selama sebulan.
Perjalanan Oki juga telah direkam secara jelas dalam bukunya yang sempat menjadi best seller pada 2012 “Cahaya di Atas Cahaya” yang merupakan catatan perjalanan spiritual Oki Setiana Dewi.
“’Cahaya di Atas Cahaya’ terbit tahun 2012 dan jadi best seller. Secara detail ada tokoh-tokoh di buku itu nyata. Silakan baca buku itu saya melakukan kebohongan atau tidak,” 
Perihal hingga hari ini Oki Setiana Dewi belum memberikan klarifikasi terkait tuduhan tersebut, ia sengaja menunggu waktu yang tepat dan masih melakukan konsultasi terhadap sejumlah pihak.
Oki juga menyatakan, tuduhan itu menjadi sarana untuknya dalam mengintrospeksi diri.
Alhamdulillah Ala Kulli Hal, ini (tuduhan miring) jadi ladang instrospeksi buat saya. Karena bisa lebih dekat dengan Tuhan dan banyak berdoa kepada Allah SWT,” tegasnya.
lebih lanjut Oki menambahkan, ia akan membuka ruang tabayun kepada sejumlah pihak yang menuduhnya melakukan kebohongan publik.
Alhamdulillah, ke depannya saya ingin tabayun, kita saling bicara dari hati ke hati,” tambah Oki.
Bahkan Oki juga mempersilakan untuk phak-pihak yang dirugikan terhadap kehadiran dirinya untuk mengirimkan email kepadanya .
“Silakan mengirimkan email ke saya. Kita bisa bertabayun. Kenapa sampai se-begini? Apa saya salah secara personal?” ujarnya.
Oki juga tidak menampik adanya reaksi negatif dari publik saat dirinya menjadi publik figur. Pasalnya, ketenaran Oki sendiri lahir dan tenar dari sebuah film layar lebar.
“Soal infotainmen background saya bermain film, sinetron, kita tidak memungkiri. Wartawan mengikuti beraitanya ada baik pake jilbab. Kalau sesuatu yang baik untuk disebarkan kenapa tidak,” ujar Oki.
Melalui sambungan telepon dengan arah.com, Oki juga mengklarifikasi terkait tudingan dirinya memasang tarif dalam kegiatan dakwahnya, terutama undangan ceramah.
Oki menyatakan dirinya tidak mengambil honor jika undangan ceramah yang ia dapat terkait murni dakwah.
“Ketika dari awal ini beberapa teman mengundang kita. Kalau sesungguhnya definisi dakwah penggalangan dana Palestina, pembangunan masjid, anak yatim, saya tidak mengambil honor,” katanya.
Namun Oki juga menyatakan jika undangan tersebut dalam konteks bisnis tentunya ia belaku secara profesional.
“Kalau kita berbicara berbisnis, misalnya untuk mengumpulkan diundang untuk mengumpulkan massa, kita berada di ranah profensional. kalau kita murni berdakwah saya nggak menagambil honor,” ujar Oki.
"Kalo misalnya di dalamnya stan jualan itu ranah bisnis. Tentu saya rasa bukan omongan berdasar karena di dalamnya ada yang mengambil profit," ujarnya.
Sumber :arah.com


Like Fanpage kami :

Friday, May 6, 2016

Post a Comment
close