Anak tukang Becak ini Menjelma Penulis Besar, Inspiratif !!


Luky B Rouf, Nama yang tak asing bagi penikmat buku kalangan pemuda. buku karyanya puluhan dan laris manis. tidak semua orang tahu, ternyata masa lalu kang luky ini begitu Ngenes....ini curhatan beliau dengan kami, redaksi Dakwa Media :

Bapak saya pernah bertanya “luky kamu masih ingat apa pekerjaan bapak sampai kamu bertekad ingin kuliah?” Ya, pekerjaan bapak saya adalah seorang tukang becak, tapi bapak saya adalah motifator dalam hidup saya.

Bapak saya mengatakan “luky kalau kamu ingin kuliah maka kerja dan biyayai kuliah kamu sendiri”. 1 tahun setelah lulus SMA saya ke surabaya. Kemudian setelah kurang lebih 2 tahun bekerja di surabaya, saya memutuskan untuk kuliah di jurusan jurnalistik. Saya suka menulis kemudian saya kuliah di situ 2 tahun kemudian saya bilang kepada ibu saya kalo saya pengen nikah.

Kemudian ibu saya bilang “luky kalau kamu sudah bisa kuliah sendiri maka kamu juga harus bisa menikah dengan biyaya sendiri”. Akhirnya tahun 2003 saya menikah. 3 tahun setelah itu istri saya hamil anak yang ke 2.

Kemudian saya memutuskan untuk berhenti kuliah. Tapi tahun 2008 pulang kampung ke kota kelahiran saya ngawi, saya membuka bisnis sampai akhirnya saya melanjutkan kuliah tahun 2010 saya melanjutkan kuliah pindah tempat kuliah di STIS di Surabaya.

Akhirnya pada tahun 2011 saya mempersembahkan toga kepada bapak dan ibu saya dan kepada keluarga saya tanpa meminta serupiah pun dari mereka.  Alhamdulillah....

Kalo ada kemauan dan usaha, serta deket dengan Allah, InsyaAllah bakal dikasih jalan oleh Allah, betapapun yang mungkin menurut kita itu sulit dan mustahil.

Apa kemudian saya bahagia? Mungkin bahagia tapi itu saya rasa tidak cukup karena itu kebahagiaan saya dan keluarga saya, lalu bagaimana dengan orang-orang yang disekitar saya? Saya ingat salah satu hadits Rasulullah  “mengatakan barang siapa yang bangun di pagi hati tidak memikirkan nasib kaum muslimin, maka mereka tidak termasuk golongan kaum muslim”

Saya takut kalau tidak disebut sebagai golongan kaum muslimin, maka  semenjak saya kuliah saya rajin menulis buku. Bukan hannya untuk kepentingan pribadi atau untuk kepentingan bisnis tapi demi kepentingan mencerahkan dan mendakwahkan Islam

Maka semenjak saya berkeluarga, saya berkomitmen menjadikan keluarga saya adalah keluarga dakwah. Jadi dengan buku dan dakwah, saya yakin misalnya saya tidak bisa bahagia di dunia tapi nanti di akhirat saya bisa bahagia. Karena semua penulis akan mati dan hanya karunia yang abadi maka saya berharap karya dan inspirasi yang bisa membahagiakan saya nanti kita diakhirat. []
Like Fanpage kami :

Sunday, May 15, 2016

Post a Comment
close