APAKAH TIDAK BOLEH MEMPERJUANGKAN AGAR INDONESIA DAN DUNIA INI LEBIH BAIK?


HT(I) sejak awal hingga sekarang berjuang sekuat tenaga agar Indonesia dan dunia ini lebih baik. Setelah mengkaji dg seksama dan dg pikiran jernih, HT(I) sampai pada suatu kesimpulan bahwa sumber masalah di Indonesia dan dunia adalah krn tdk diterapkannya hukum Allah oleh para pemimpin yg tdk mau tunduk kepada Allah. Akibatnya, segala hal diputuskan dan diatur hanya berdasarkan keinginan dan kemauan pemimpin dan kelompoknya, yang tak jarang penuh dg nafsu dan keserakahan. Dampaknya urusan dan hak-hak masyarakat diabaikan. Mereka hanya concern dg urusan dirinya, keluarganya dan kelompoknya.

Menurut HT(I), setelah kajian yg mendalam, solusinya hanya satu, yaitu dg penerapan hukum Allah secara paripurna, oleh pemimpin yang mau tunduk kepada Allah dan merasa diawasi oleh Allah swt. Setelah mengetahui akar masalah dan solusinya, maka HT(I) berjuang dg sungguh-sungguh agar solusi itu terwujud, seingga masyarakat Indonesia dan dunia ini merasakan kebahagiaan, keamanan dan keadilan. Apakah dilarang perjuangan unk memperbaiki negeri ini?

Dalam perjuangannya, HT(I) melakukannya dg cara yang damai, yaitu dg cara memahamkan masyarakat dan tokohnya, sehingga diharapkan masyarakat ini sendiri yang berubah, setelah sadar akan kekeliruannya dan paham akan solusi atas masalah yang dihadapinya.

HT(I) sama sekali tak pernah menempuh jalan kekerasan, seperti pemaksaan, intimidasi, menekan masyarakat, atau melakukan aksi terorisme. Ini semua dilakukan HT(I) bukan krn ingin cari simpati, tetapi karena itulah yang dipahami HT(I) dari dakwah Rasulullah saat di Makkah.

Apakah memperjuangkan kebaikan masyarakat dengan penerapan Islam secara kaffah itu tdk boleh? Atas dasar apa tidak boleh? Apakah ada ajaran dari nenek-moyang kita yang melarang perjuangan unk kebaikan?

Mungkin ada yang mengatakan, krn HT(I) tidak Indonesia. Sy tegaskan: semua aktivis HT(I) di Indonesia ini adalah orang asli Indonesia. Berbicara dg bahasa Indonesia. Nenek moyangnya Indonesia. Darahnya tumpah di Indonesia. Makan dan minum dari rizkinya Allah yang ada di Indonesia ini. Karena itulah, mereka berjuang unk kebaikan Indonesia. Mereka juga sadar, bahwa Indonesia adalah bagian dari dunia, maka mereka juga berjuang unk kebaikan dunia ini, bersama komponen umat yang merindukan kebaikan dr belahan dunia manapun.

Apakah upaya perbaikan di dosa besar, yang harus dilawan sampai titik darah penghabisan?
Jawabnya: tentu terserah mereka. Namun yang jelas, HT(I) tak pernah memusuhi mereka. Tak pernah sedikitpun terlintas, unk mengusik mereka, mengajak debat mereka, atau mengganggu mereka.
HT(I) hanya berusaha berjuang agar Indonesia dan dunia ini lebih baik. Sementara masalah mereka setuju atau tidak, marah atau tidak, itu urusan mereka sendiri.

Tentu, HT(I) akan sangat senang jika komponen umat mengajak dialog dan menanyakan ttg perbagai hal ttg Islam, keumatan, dan perbaikan umat. Namun, jika ada yang mengajak debat, maka HT(I) akan menanyakan unk apa tujuannya. Jika, debat itu unk gagah-gagahan, menang-menangan, dan pinter-pinteran, maka sejak awal, HT(I) menghindari cara itu. Itu bukan cara anak kecil agar diakui eksistensinya, dan tentu saja tidak pernah dicontohkan Rasulullah. Namun, jika debat itu unk mencari kebenaran, itu mmg dicontohkan Rasulullah saat menghadapi Yahudi dan Nashrani Najran. Dalam hal ini, HT(I) juga mencontohnya, tentu tetap dg kepala dingin. Sebab, kebenaran tdk akan pernah diperoleh jika kepala kita panas. Debat saat kepala panas, justru akan menambah kepala jadi panas.
Jadi, HT(I) berjuang hanya unk kebaikan negeri dan dunia ini, dengan cara-cara damai seperti yang diajarkan Rasulullah. Jika ada yang tersinggung dan marah dengan perjuangan ini, HT(I) sama sekali tak bermaksud menyinggung atau membuat marah orang atau kelompok tertentu. Tersinggung atau marah itu murni urusan setiap individu atau kelompok dalam mengontrol emosi masing-masing.

Wallahu a'lam.

Choirul Anam

Silahkan Bagikan Jika Bermanfaat

Sunday, May 8, 2016

Post a Comment
close