Biadab. Langgar Gencatan Senjata, Rezim Assad Jatuhkan Bom Di Aleppo


www.dakwahmedia.net - Adanya proses gencatan senjata selama 48 jam di Aleppo ternyata tidak menghalangi rezim Assad untuk terus membombardir. Berbagai sumber lokal menyatakan, rezim Assad telah melanggar gencatan senjata senjata sementara yang ditengahi oleh AS dan Rusia tersebut.

Bahkan, Angkatan Bersenjata pemerintahan Bashar al-Assad masih melancarkan serangan udara dengan menjatuhkan empat bom barel dari sebuah helikopter tempur mereka.

“Sebuah helikopter perang rezim Assad kembali menjatuhkan empat bom barel di barat daya wilayah Aleppo,” kata seorang sumber tersebut kepada Aandolu Agency pada Kamis (05/05).

Sebelumnya, para pejabat AS mengumumkan telah mencapai kesepakatan dengan Rusia untuk memperpanjang gencatan senjata di kota utara Suriah yang sangat diperebutkan itu.

Namun Militer Suriah mengatakan gencatan senjata akan berlangsung hanya 48 jam. Kesepakatan itu dicapai Selasa malam dan mulai berlaku jam 00.01 atau Rabu jam 07.00 pagi waktu Damaskus, kata Menteri Luar Negeri John Kerry.

Pemulihan gencatan senjata parsial itu bertujuan untuk mengantarkan bantuan bagi warga di kedua sisi yang terisolasi, meskipun kekerasan sporadis masih berlanjut di Aleppo pada Rabu kemarin, menyusul kesepakatan tersebut. Namun ada penurunan menurut Kerry.

Kekuatan oposisi di Aleppo tidak segera bereaksi terhadap berita pembaruan itu. Perlu dicatat bahwa penghentian permusuhan tidak berlaku untuk kelompok Daulah Islam (ISIS) dan Jabhah Nusrah, afiliasi Al-Qaidah di Suriah.

Hal itu berpengaruh pada efektivitas gencatan senjata. Dalam beberapa pertempuran di Aleppo dan di tempat lain, Jabhah Nusrah bekerja sama dengan kelompok-kelompok lain, sehingga sulit untuk menentukan apakah serangan rezim Suriah atau Rusia terhadap mereka merupakan pelanggaran.

Dinamika tersebut dapat menyebabkan gencatan senjata akan runtuh kembali, terutama karena tidak ada mekanisme yang jelas untuk kontrol atau akuntabilitas.

Selama dua minggu terakhir, sejumlah rumah sakit dan daerah-daerah sipil di kota Aleppo berada di bawah serangan pesawat tempur rezim Basyar Assad.

Kepala Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris, Rami Abdurrahman menggambarkan bahwa bentrokan terakhir ini merupakan yang terburuk selama setahun terakhir di Aleppo.
Like Fanpage kami :

Thursday, May 5, 2016

Post a Comment
close