Human Right Watch menolak jika HTI Dibubarkan



Human Right Watch menolak jika Hizbut Tahrir Indonesia dibubarkan. Selama HTI hanya berpendapat dan tidak melakukan kekerasan, maka hak organisasi itu layak dilindungi.

"Saya pernah dimintai pendapat beberapa orang petinggi di Jakarta untuk melarang Hizbut Tahrir seluruh Indonesia. Kami tidak sependapat, karena ini bertentangan dengan semangat demokrasi, prinsip-prinsip hukum internasional," kata perwakilan Human Right Watch saat berkunjung di Jember, Jawa Timur, Rabu (4/5/2016) hingga Sabtu (7/5/2016).

Menurut Andreas, babon hukum internasional adalah International Covenant on Civil and Political Rights. "Ini sudah diratifikasi DPR RI," katanya.

"Saya kira Hizbut Tahrir bebas untuk berpendapat, mengadakan pengajian, maupun bicara soal khilafah islamiyah, antipancasila, maupun antidemokrasi. Ini masalah kebebasan berpendapat saja," kata Andreas.

Andreas menilai apa yang dilakukan HTI belum masuk makar. "Menurut KUHP, yang disebut makar adalah gerakan separatis melawan negara atau memisahkan seluruh atau sebagian negara dengan kekerasan. Saya kira Hizbut Tahrir tidak menganjurkan kekerasan, juga tidak ada tanda-tanda Hizbut Tahrir ngumpulin bom atau mau mengumpulkan angkatan bersenjata," katanya.

Andreas mengusulkan agar HTI diajak debat soal Pancasila dan demokrasi. "Debat ini dilindungi aparat keamanan agar tidak terjadi intimidasi," katanya.

HTI tengah menjadi isu panas di Jember, menyusul aksi Gerakan Pemuda Ansor yang menghadang muktamar organisasi itu, Minggu (1/5/2016). Bahkan, Pengurus Cabang NU Jember segera melayangkan surat ke pemerintah pusat untuk membubarkan HTI, karena memiliki ideologi yang bertentangan dengan Pancasila dan NKRI.

Andreas mengatakan, undang-undang tentang ormas memang bermasalah jika dikaitkan dengan Hizbut Tahrir, karena ada pasal yang menyatakan setiap organisasi massa tidak boleh menentang Pancasila dan NKRI. "Namun UU ormas ini bermasalah, dikritik PBB di Jenewa karena dianggap bertentangan dengan kebebasan berpendapat dan beragama," katanya. [wir]

sumber : beritajatim.com
Like Fanpage kami :

Saturday, May 7, 2016

Post a Comment
close