Joe Biden (Wapres AS): Tentara Amerika Akan Lebih Banyak Diperkuat Wanita dan Kaum Homo


www.dakwahmedia.net - Angkatan bersenjata Amerika Serikat akan lebih banyak diperkuat oleh kaum wanita dan homo. Demikian kata Wakil Presiden AS, Joe Biden saat mengisi kelas Akademi Militer AS 2016 pada Sabtu (21/05) lalu. Ia menyebut bahwa hal itu adalah sebuah bentuk keberagaman dalam personel militer

“Adanya laki-laki dan perempuan di medan perang adalah aset yang luar biasa, terutama ketika mereka diminta untuk memimpin tim di belahan dunia dengan harapan dan norma-norma fundamental yang berbeda,” kata Biden dalam sambutannya pada upacara wisuda di Stadion Michie, West Point yang diadakan di pinggiran Sungai Hudson.

Sebagaimana dikutip dari ABC News, lebih dari 950 taruna menerima gelar dan diangkat pangkatnya menjadi letnan dua. Di antara mereka terdapat tujuh wanita pertama yang akan ditugaskan ke divisi tempur.

Dalam kesempatan ini, Wapres memberi sanjungan kepada Eugene “EJ” Coleman, selaku ketua angkatan yang berani mengungkapkan dirinya sebagai gay atau homo.

Sebelum kebijakan militer “don’t ask, don’t tell” dicabut pada 2010, EJ dapat saja dipecat dari Angkatan Darat, dan kita akan kehilangan bakat yang luar biasa,” kata Biden.

“Terima kasih atas keberanian Anda, EJ. Saya berharap kita akan mendengar hal-hal besar dari Anda, sobat,” lanjutnya.

Kebijakan “Don’t Ask, Don’t Tell” adalah kebijakan militer AS yang mengharuskan para anggota militer tetap diam bila mengetahui salah satu rekannya adalah gay.

Biden juga mengingatkan kepada lulusan tersebut terhadap berbagai macam tantangan yang kompleks, termasuk memerangi Negara Islam dan melawan serangan cyber mereka.

“Setiap kali taruhannya lebih tinggi, kita beralih ke Angkatan Darat Amerika Serikat. Apakah terkait memerangi terorisme, melatih mitra kita, meyakinkan sekutu kita atau memberikan bantuan kemanusiaan, kita akan memanggil Anda,” katanya.

“Dan sekarang, taruhannya tidak bisa lebih tinggi,” imbuhnya.

Biden menggarisbawahi tentang ancaman cyber yang dapat menjadi ancaman serius bagi Amerika. Ancaman itu dapat melumpuhkan jaringan listrik atau menonaktifkan satelit milik negara.

“Hal buruk sebagai efek teknologi yang canggih adalah memberikan kekuatan besar bagi aktor non negara,” kata Biden.
Like Fanpage kami :

Monday, May 30, 2016

Post a Comment
close