KAUM MUSLIM SEDUNIA BERSATULAH!!


“Bangkitnya manusia tergantung pada pemikirannya tentang hidup, alam semesta, dan manusia, serta hubungan ketiganya dengan sesuatu yang ada sebelum kehidupan dunia dan yang ada sesudahnya.” –Taqiyuddin An-Nabhani-
Ada sesuatu yang berusaha bangkit kembali di tengah-tengah kita, di tengah-tengah kehidupan masyarakat dunia. Kebangkitan yang tak bisa lagi dibendung, penyebarannya sungguh tak terelakkan. Sel-selnya telah menyebar ke segala penjuru dunia.

Mimpi yang dulunya dicemooh telah menjelma jadi kenyataan yang tak lama lagi. Kaum yang ikhlas demi Tuhannya, sedang bergerak terus menerus. Menyeru seluruh alam untuk kembali pada Kebenaran yang dibawa oleh utusan Terbaik. Islam yang tak sekadar agama ritual, tapi juga Ideologi yang mengatur segala sendi kehidupan manusia ini kembali bangkit ke permukaan. Agama Revolusioner ini telah menjadi motor penggerak yang memiliki daya ledak luar biasa. Agama yang memberikan cara pandang dan solusi terhadap bermacam-macam persoalan dunia dari masa ke masa, harus tegak kembali.

Kaum Muslim yang telah tercerahkan pikirannya. Kaum yang telah terbangkitkan akalnya, sedang bergerak tiada henti, berdiri tegak di hadapan panggung dunia, bekerja membangun kembali peradaban yang telah lama hilang. Ya! mereka tengah bekerja untuk keabadian.

Mari kita berikan salam atas keruntuhan dan kematian selamanya untuk Kapitalisme-Demokrasi-Sekuler dengan segala keserakahan dan kesyirikannya. Salam kehancuran untuk Sosialisme-Komunisme dengan segala pembangkangannya pada
Tuhan yang tak sesuai dengan naluri manusia.

Salam Pembebasan dan keselamatan bagi kita Kaum Muslim yang berpegang teguh pada Ajaran Islam, yang berjuang demi tegaknya kembali Syariat Allah di muka bumi ini.

Assalamualaikum, warahmatullahi wabarakatuh.

Seruan ini kami ciptakan untuk memanggil seluruh Kaum Muslim, terlebih pemuda Islam Revolusioner dimanapun mereka berada. Bahwa sudah waktunya kita melanjutkan perjuangan suci ini, sudah tiba saatnya kita lakukan perlawanan keras terhadap kebiadaban sistem yang membelenggu leher-leher kita. Membuka lebar pikiran. Berjuang menegakkan kembali Kalimah Allah di muka bumi, yang telah dicampakkan oleh para manusia pembenci.

Kita harus berani berkata jujur, bahwa kehidupan saat ini benar-benar telah menjauh dari Islam. Bahkan sebagian dari kita telah terjerat inferioritas tak berdasar, hingga tak lagi bangga dan percaya diri akan identitas dirinya. Islam tak lagi menjadi dasar kehidupan, Tuhan tak lagi memiliki otoritas atas ciptaannya. Islam telah dikebiri, hanya berwujud ritual-ritual di dalam rumah ibadah, tempat-tempat suci, dan lingkaran pengajian semata. Padahal Islam diturunkan dengan visi-misi lebih dari itu semua. Islam telah turun sebagai pembebas, sebagai rahmat bagi seluruh alam.

Sungguh, Demi nama Allah yang nyawa kami berada di genggamannya, negeri ini bukanlah negeri Islam! Islam beserta segala Syariatnya telah dicampakkan, bahkan ditimbang-timbang di tangan manusia, diadu dengan akal bulus yang serakah, direndahkan dalam sistem demokrasi ini.

Ketika Syariat Islam tak lagi menjadi pengatur kehidupan, jangan salahkan apapun jika azab Allah turun pada kita. Tak perlu heran jika bencana bertubi-tubi menimpa seluruh negeri. Hilangnya kedaulatan oleh penguasaan penjajah asing atas asset dan sumber daya alam. Ditandai dengan swastanisasi begitu banyak blok-blok minyak dan barang tambang dari barat hingga timur negeri, yang seharusnya jadi hak milik rakyat. Tak ada yang tersisa untuk kita selain remah-remahnya saja. Hampir seluruh kekayaan alam disedot oleh asing dan penguasa kita sendiri beserta krooni-kroninya. Telah nyata yang kaya semakin kaya, yang miskin bertambah melarat. Kebijakan para keparat di atas sana telah mencipta kesenjangan yang besar. Jaminan kesehatan atas rakyat tak lagi jadi tugas negara. Dengan sistem BPJS yang sedang berjalan, rakyat dipaksa memikul sendiri masalah mereka. Bahkan terbentuk kelas-kelas yang mengkotak-kotakkan antara si miskin dan si kaya dalam hal kesehatan. Menjadi benarlah bahwa si miskin dilarang sakit.

Kapitalisasi pendidikan dengan nyata telah menghambat kecerdasan bangsa. Hak atas pendidikan telah dihalangi oleh pagar biaya yang melambung tinggi. Dekadensi moral yang disebabkan sistem sekuler ini telah mencipta generasi apatis-hedonis yang menjadi-jadi. Media massa dengan segala turunannya yang berpihak pada penguasa, telah menjadi racun yang melenakan masyarakat, menutup mata kita dari segala bencana yang menimpa bangsa dan negera.

Tak hanya masalah negeri ini, lihat keluar saudaraku! Bumi Syam, Al-Quds, Irak, Afganistan, Rohingya, dan begitu banyak negeri kaum muslim tengah diinjak-injak, dibunuhi dan direndahkan martabatnya. Lihatlah! Lihatlah!

Persaksian apa yang akan kita berikan di hadapan Allah kelak, jika saudara-saudara kita diluar sana menuntut sikap diam kita terhadap kesengsaraan mereka?!! Darah-darah mereka mengalir begitu deras. Mereka tak lagi butuh uang kita, tak lagi butuh obat-obatan. Mereka butuh pembelaan. Mereka butuh tentara-tentara kita, yang dikomando oleh negara,oleh pemimpin tunggal kaum muslim. Khilafah yang menjalankan semua Syariat Islam, yang tunduk pada Tuhannya . Sungguh hal itu telah hilang dari kita. Bencana-bencana ini tak semata lahir dari para penjahat, tapi lebih karena diamnya kita terhadap kebenaran yang ada! Diamnya kita dari perjuangan sebenarnya.

Telah menjamur gerakan-gerakan, mulai dari politik sampai yang bersifat sosial-keagamaan untuk mengatasi segala permasalahan yang terjadi. Tapi apa yang kita dapat? Tak lebih daripada masuk kedalam jurang yang semakin dalam. Politik praktis sebagian saudara kita yang mencoba masuk ke dalam kubangan lumpur demokrasi ini nyatanya tak mampu menghasilkan apa-apa, yang terjadi justru sebaliknya. Pedang bermata dua menebas kepala kita. Sebagian yang tak cukup kuat terjerat kasus-kasus hina. Sebagian yang teguh akhirnya terpental jauh, tak terdengar suaranya. Bahkan malaikatpun bisa keluar menjadi iblis dengan masuk ke dalam sistem rusak demokrasi ini.

Gerakan-gerakan reformis yang berusaha mengganti rezim dan penguasa telah gagal berkali-kali. Lihatlah sejak 18 tahun eforia reformasi telah membutakan mata kita pada realita, kenyataan bahwa tak ada perubahan sejati yang tercapai. Perjuangan murahan itu justru semakin mengokohkan cengkraman musuh-musuh kita dengan segala sistemnya yang masih leluasa berjalan. Kita salah menembak kawan, bidikan kita tak tepat sasaran. Di sana, di tempat itu, justru pada jantung sistem yang melahirkan rezim dan penguasa bejat ini terlewatkan oleh kita. Demokrasi-kapitalisme-sekuler beserta Amerika dan antek-anteknya secara nyata masih mencekik leher kita.

Aksi Sosial-keagamaan yang berkembang pun tak mampu merubah keadaan. Hal ini bahkan membuat kita semakin terlena. Kita seperti menambal ban bocor yang berlubang dimana-mana, padahal disisi lain ada pelaku yang bebas melubangi dan malah kita biarkan begitu saja.

Situasi ini tak bisa dibiarkan lebih lama lagi, saudaraku. Maka, kita harus jelas dan tegas berdiri di atas keyakinan kami; Keyakinan dan Ideologi Islam. Bahwa masyarakat yang tidak Islami saat ini harus kita kembalikan ke dunianya yang hakiki. Ke dalam kehidupan Islam yang sebenar-benarnya, dimana segala aturan Allah diterapkan secara sempurna dalam setiap lini kehidupan. Islam harus dijalankan dalam kehidupan pribadi maupun kehidupan yang bersifat publik. Dimana Keyakinan, Akal, Harta, Jiwa, dan kehormatan kaum Muslim dapat terjaga. Kami menyeru saudara-saudara untuk mengarah pada satu tujuan mulia ini. Dan kami berkeyakinan bahwa tujuan ini hanya dapat tercapai dengan diterapkannya Syariah dalam Naungan institusi yang bernama Khilafah. Khilafah yang ditegakkan dengan Metode yang telah diberikan garisnya Oleh Rasulullah SAW.

Kita adalah umat terbaik, yang menyeru pada visi Akhirat. Demi Allah, ada sesuatu yang menunggu kita setelah dunia ini, setelah kematian kita. Maka perjuangan ini akan memberi kita jalan untuk menggapai Akhirat yang kekal dan bahagia kelak. Dunia benar-benar telah menjadi penjara bagi kita kaum Muslim, bukan tempat berfoya-foya. Kita tengah dikepung oleh para musuh Islam. Musuh kita. Kepungan dari segala arah. Demi Allah, dengan segala cara mereka akan menghambat perjuangan ini, perjuangan kita semua. Tapi saudaraku, kitatak akan gentar, kita tak akan mundur selangkahpun.

Marilah kita bersatu kawanku, saudara-saudaraku!! Perjuangan ini membutuhkan suara-suara kita. Dukungan kita semua. Mari kita putus rantai penderitaan ini. Kita patahkan kekuasaan yang jauh dari Kalimah Allah ini. Mari kita Robohkan Sistem setan yang tengah menjerat kita. Jangan pernah sudi atas segala tipu daya mereka, kita tak akan berkompromi dengan sistem saat ini, yang telah menjauhkan kita dari Allah. Jangan kita ragu menunjukkan siapa kita sebenarnya. Biarkan penguasa-penguasa Dzalim saat ini gentar melihat gerakan kita. Kita tak akan kehilangan apapun, kecuali jeratan setan yang sedang membelenggu ini.
Mari kita ciptakan opini dan teriakan bersama, bahwa hanya Islam saja-lah sebagai solusi di tengah-tengah persoalan masyarakat, seluruh persoalan dunia muslim saat ini, hingga mereka bangkit dari keterpurukannya. Sungguh, tak ada jalan lain bagi kita yang beriman. Kita akan hidup dalam perjuangan ini, atau mati karenanya. Kita buka kembali pikiran akan kebenaran Islam. Sampai saatnya tiba, pakta dominasi telah kita pegang, basis berada dalam genggaman, dan penguasa kehilangan legitimasi atas rakyatnya.

Maka, saat itulah RODA REVOLUSI ISLAM tengah bekerja!! Hanya persoalan waktu sampai peradaban itu akan bangkit kembali. Rakyat akan meminta perubahan itu dengan segera tanpa tunda!

Mari bergerak saudaraku. Mari langkahkan kaki kita. Berdiri ditempat yang sama, dalam satu suara!
Kaum Muslim Sedunia Bersatulah!!!

Takbir!! Allahuakbar!!

Wallahu’alam bishowab.

Oleh : -Vier A. Leventa-
Aktivis GEMA PEMBEBASAN D.I YOGYAKARTA
Like Fanpage kami :

Wednesday, May 4, 2016

Post a Comment
close