Larangan Bersifat Angkuh dan Sombong


Syaikh al-Allamah Al-Muhaddits Abdul Aziz At-Thuraifi, berkata :

الكِبر بوابة الذنوب يُعمي صاحبه عن حق الله وحق خلقه، فلا يُبصر المتكبر النعمة فيُحرم الشكر، ولا يرى لأحد إحساناً عليه فيُحرم البر .

"Keangkuhan adalah gerbang berbagai macam dosa, sebab keangkuhan akan membutakan mata hati seseorang dari melihat hak Allah dan hak sesama makhluk.  Pada akhirnya, ia tidak mampu melihat nikmat Allah Subhanahu wa ta'ala, sehingga dia bersyukur. Dan dia juga tidak bisa melihat kebaikan yang dilakukan oleh seseorang untuk dirinya, sehingga dia bisa membalasnya dengan kebaikan juga."

Luqman berkata kepada anaknya:

وَلَا تُصَعِّرۡ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمۡشِ فِي ٱلۡأَرۡضِ مَرَحًاۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخۡتَالٖ فَخُورٖ ١٨

“Dan janganlah engkau memalingkan wajahmu dari manusia (karena sombong), dan janganlah berjalan dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang angkuh dan menyombongkan diri.” (Luqman: 18)

Demikian Luqman melarang untuk memalingkan wajah dan bermuka masam kepada orang lain karena sombong dan merasa dirinya besar, melarang dari berjalan dengan angkuh, sombong terhadap nikmat yang ada pada dirinya dan melupakan Dzat yang memberikan nikmat, serta kagum terhadap diri sendiri. Karena Allah subhanahu wa ta’ala tidak menyukai setiap orang yang menyombongkan diri dengan keadaannya dan bersikap angkuh dengan ucapannya. (Taisirul Karimir Rahman hlm. 649)

Pada ayat yang lain Allah subhanahu wa ta’ala melarang pula:

وَلَا تَمۡشِ فِي ٱلۡأَرۡضِ مَرَحًاۖ إِنَّكَ لَن تَخۡرِقَ ٱلۡأَرۡضَ وَلَن تَبۡلُغَ ٱلۡجِبَالَ طُولٗا ٣٧

“Dan janganlah berjalan di muka bumi dengan sombong, karena sesungguhnya engkau tak akan dapat menembus bumi dan tidak akan mencapai setinggi gunung.” (al-Isra’: 37)

Demikianlah, seseorang dengan ketakaburannya tidak akan dapat mencapai semua itu. Bahkan ia akan menjadi seorang yang terhina di hadapan Allah ‘azza wa jalla dan direndahkan di hadapan manusia, dibenci, dan dimurkai. Dia telah menjalani akhlak yang paling buruk dan paling rendah tanpa menggapai apa yang diinginkannya. (Taisirul Karimir Rahman, hlm. 458)

Kehinaan inilah yang akan dituai oleh orang yang sombong. Dia tidak akan mendapatkan apa yang dia harapkan di dunia maupun di akhirat.

‘Amr bin Syu’aib meriwayatkan dari ayahnya dari kakeknya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

يُحْشَرُ المُتَكَبّرُِونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَمْثَالُ الذَّرِّ فِي صُورَةِ الرِّجَالِ، يَغْشَاهُمُ الذُّلُّ مِنْ كُلِّ مَكَانٍ، يُسَاقُ إِلَى سِجْنٍ مِنْ جَهَنَّمَ يُسَمَّى بُولَسَ، تَغْلُوْهُمْ نَارٌ مِنَ الْأَنْيَارِ، وَيُسْقَوْنَ مِنْ عُصَارَةِ أَهْلِ النَّارِ طِيْنَةِ الخَبَلِ

“Orang-orang yang sombong dikumpulkan pada hari kiamat seperti semut-semut kecil dalam bentuk manusia, diliputi oleh kehinaan dari segala arah, digiring ke penjara di Jahannam yang disebut Bulas, dilalap oleh api dan diberi minuman dari perasan penduduk neraka, thinatul khabal.” (HR. at-Tirmidzi, dinyatakan hasan oleh asy-Syaikh al-Albani rahimahullah dalam Shahih al-Adabul Mufrad no. 434)

Wallahu a'lam

Abu Miqdam
Komunitas Akhlaq Mulia
Like Fanpage kami :

Tuesday, May 3, 2016

Post a Comment
close