Menjaga Masa Depan Keluarga


www.dakwahmedia.net - Kementrian agama mendapat temuan meningkatnya angka perceraian dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Temuan itu didapat dari hasil penelitian mengenai tren gugat cerai masyarakat muslim di Indonesia yang dijalankan Pusat Penelitian dan Pengembangan Kehidupan Keagamaan Kemenag (m.dream.co.id).

Jumlah kasus perceraian di kabupaten Sleman semakin meningkat dari tahun ke tahun. Humas Pengadilan Agama Slemanarwoto mengemukakan perpisahan rumah tangga tersebut dilatarbelakangi oleh berbagi faktor.Pada tahun 2015 jumlahnya m,eningkat 1509 kasus, terdiri dari cerai talak 464 dan cerai gugat 1045 kasus. Pada 2016 dari januari hingga februari kasus cerai yang masuk 170 kasus. Sebanyak 59 cerai talak dan sisanya cerai gugat. Marwoto menyampaikan hal ini tentu mengkhawatirkan, pasalnya perceraian menandakan kualitas rumah tangga yang buruk.

Keluarga adalah tempat pertama setiap manusia memahami makna hidup. Peran orangtua yang vital dalam keluarga memang menjadi kunci kesuksesan keluarga, masyarakat juga bangsa. Tak hanya itu kesuksesan keluarga membina generasi pemimpin akan membawa pengaruh pada pembentukan peradaban dunia. Namun sayangnya tak mudah mewujudkan kesuksesan keluarga tersebut pada masa sekarang. Saat ini keluarga muslim sudah mengalami disfungsi dan disorentasi, hingga berujungnya pada hancurnya institusi keluarga tersebut. Tentu ini sebuah malapetaka besar bagi kaum muslimin. Sumber malapetaka yang menimpa keluarga muslim  bermula ketika hukum hukum Islam dalam keluarga tidak dijadikan pedoman dalam kehidupan keluarga muslim. Nilai-nilai Islam di tengah keluarga pun sedikit demi sedikit menjadi luntur. Di sisi lain derasnya arus globalisasi turut menggerus nilai-nilai Islam dalam keluarga, masalah demi masalah dalam keluarga pun semakin parah. Hak dan kewajiban suami istri yang telah diatur dalam Islam menjadi terabaikan. Suami maupun Istri saling menggugat hak masing masing, tanpa memperhatikan pelaksanaan kewajiban. Kesempitan hidup akibat kesulitan ekonomi membuat orang mudah kalap dan bermain kasar. Disinilah tugas kaum muslimin untuk mencari solusi dan memperjuangkan kembali tegaknya bangunan keluarga serta bangsa ini dari keterpurukannya menuju kebangkitan dan kejayaan. Masa depan keluarga yang ideal hanya akan terwujud ketika Islam diterapkan secara kaffah dalam Institusi negara Islam. Keluarga yang kuat serta ideologis hanya mungkin terbentuk melalui metode yang sesuai dengan tuntutan syariat Islam dan dukungan sistem politik Islam, yang mampu menjamin terwujudnya keluarga dan masyarakat yang kuat. Bukan dengan pemikiran-pemikiran asing yang secara coba-coba diterapkan di masyarakat, pada akhirnya hanya memberikan kenestapaan dan duka lara saja. Wallohua’lam.

Silahkan Bagikan Jika Bermanfaat

Tuesday, May 10, 2016

Post a Comment
close