Nasi Uduk Babi Buncit Penjaga Warungnya Berkerudung Hebohkan Dunia Maya


www.dakwahmedia.net - Para pengguna Facebook kembali heboh. Penyebabnya adalah sebuah foto yang menggambarkan sosok wanita berkerudung yang menjajakan nasi uduk babi buncit.

Foto tersebut diposting oleh akun Facebook Ahmad Al Muhajir. Foto ini lantas menyebar menjadi viral dalam waktu singkat.

Tak heran, foto tersebut pun memicu perdebatan tentang kebenaran muslimah menjual nasi uduk berbahan daging babi. Akun Ummi Rara menuliskan, "Itu bisa aja yg fitnah islam..agar kaum wanita yg pakai jilbab dipredikat jelek.tetap lurus saja..serahkan azabnya Ke Allah yg berulah memfitnah islam".

Sementara akun WA Ina berpendapat bahwa wanita berkerudung itu hanya seorang pelayan. Dia bukan seorang muslimah, melainkan merupakan penganut agama lain yang juga memiliki budaya mengenakan kerudung.

Saat ditelusuri lebih jauh, rupanya memang terdapat sebuah fanpage yang mempromosikan nasi uduk babi buncit. Tempat makan itu berlokasi di sebuah mal di bilangan Jakarta Barat.

Benar saja, usaha itu merupakan milik pengusaha berketurunan Tionghoa. Sedangkan perempuan berkerudung yang ada di dalam foto hanya karyawan yang bertugas melayani pembeli.

Dalam fanpage tersebut juga ada yang berkomentar dengan nada kecewa. Misalnya akun Ahmad Nasuha menuliskan, "Bro, gak salah nih? Yang dagang pakek jilbab?" katanya.

"Kepada pemilik hargailah hak beragama dalam mencari pegawai" timpal Farid Thalib di komentar berikutnya.

Ini Klarifikasi Wanita Berkerudung Jual Nasi Uduk Babi

Akun Facebook atas nama Hanny Kristianto mengklarifikasi beredarnya foto wanita berkerudung yang menjual nasi uduk babi.

Dalam laman Facebook-nya, Hanny mengaku telah menemui wanita berjilbab tersebut. Lokasinya di Lippomall Puri, Jakarta Barat, dan buka tiap Jumat-Minggu.

"Penjaganya mengenakan kerudung, dan setelah ditemui dan berkomunikasi, ternyata dia muslimah," tulisnya di Facebook.

Menurut dia, pemilik nasi uduk babi buncit ini bernama Oey Cecilia dan Tommy. Keduanya penganut Kristen Kharismatik. Sementara wanita berkerudung itu merupakan karyawan.

"Saudari kita Muslimah ini bekerja pada mereka sudah lama. Jangan dicela, tetapi berikan solusinya. Beliau butuh pekerjaan untuk menghidupi dirinya dan keluarganya," terangnya.

Hanny menambahkan bahwa mereka bukan penganut kristen Ortodoks. Sebab, penganut kristen Ortodoks selain memang menggunakan jilbab, mereka tidak memakan babi.

"Temui dan nasihati yang baik pemiliknya, karena ini bisa menjadi kontroversi dan memicu konflik SARA," imbau Hanny. [VM/DakwahMedia]
Like Fanpage kami :

Wednesday, May 25, 2016

Post a Comment
close