Persamaan Derajat yang Sesat


Oleh : Emma Lucya Fitrianty, S.Si

Tak disangkal lagi, idealisme perempuan untuk memperbaiki kondisi diri, keluarga dan bangsanya terbukti sangat kuat. Dengan slogan pemberdayaan perempuan di sektor publik telah banyak membuat para wanita tergiur dan lupa akan tanggung jawab utamanya. Padahal peran besar perempuan dalam menopang negara adalah melahirkan generasi terbaik. Tetapi dengan slogan – slogan persamaan gender di sistem kapitalis saat ini wanita dituntut untuk terjun berkuasa dalam sistem demokrasi kapitalis, baik di kekuasaan teratas negara atau di lingkaran kecil yaitu keluarga sendiri.

Para perempuan didorong untuk ikut berpartisipasi di dalam kekuasaan jabatan strategis mulai dari presiden perempuan, gubernur, menteri dan lain sebagainya. Keberadaan perempuan dianggap memiliki potensi kuat dalam menurunkan angka korupsi dan memperbaiki negara. Namun ternyata hasilnya jauh panggang dari api. Di sektor keluarga kecil, para perempuan diiming – imingi dengan pemberian pinjaman modal usaha dan bimbingan – bimbingan agar wanita bisa bekerja dan punya pekerjaan. Masalahnya ini bukan semata program penyejahteraan keluarga. Namun lebih dari itu, agar para perempuan bisa equal (sejajar, red) dengan para suami dan memiliki bargaining position di keluarga menandingi posisi suami. Bahayanya, istri merasa bisa mengatur segala sesuatunya di keluarga tanpa peran suaminya lagi. Inilah sesat dan bahayanya slogan persamaan gender. Tatanan keluarga akan bisa hancur karena peran antara suami dan istri sudah tidak pada tempat dan porsi yang seharusnya.

Dalam sistem demokrasi kapitalis saat ini, individu yang sangat baik mudah jatuh dalam keserakahan yang diciptakan oleh sistem. Orang sebaik malaikat pun akan bisa sejahat iblis, bahkan lebih parah lagi. Individu didorong untuk mengejar kekayaan dan mengesampingkan moral, nilai – nilai dan hukum – hukum dalam Islam. Berbeda dengan Islam, Islam tidak didominasi dengan materialistis. Dalam sistem Islam  taqwa (kesadaran akan Allah) dan mencari keridlaanNya akan memupuk tanggung jawab setiap individu. Dalam sistem khilafah Islam, perempuan pun bisa terlibat dalam memilih penguasa politik, sebagai konsultan menyampaikan keluhan umat, bisa menentang penindasan.

Maka yang harus dilakukan perempuan muslimah saat ini adalah membina diri mereka dan masyarakat dengan pemikiran – pemikiran Islam dan membentuk pola sikap mereka dengan aturan – aturan Islam, sekaligus berjuang menegakkan syariat Islam dalam wadah sebuah negara. Ini sangat penting dan mendesak. Penting, karena dengan Negara yang menerapkan sistem Islam, perempuan akan dimuliakan. Maka potensi dan perannya pun akan bisa dioptimalkan tepat pada porsi yang seharusnya. Mendesak, karena saat ini sudah begitu banyak perempuan ditindas haknya dan direndahkan martabatnya, baik secara fisik maupun nonfisik, sadar ataupun tidak.

Dengan demikian, para perempuan akan siap menjadi pendidik dan penetak generasi yang mumpuni yang akan membawa umat kepada kondisi yang ideal, dalam naungan Ridlo Ilahi. Wallahu ‘alam. [DakwahMedia]
Like Fanpage kami :

Sunday, May 15, 2016

Post a Comment
close