TAK BERPIHAK PADA SIAPAPUN !


Dunia 'persilatan' negeri ini kembali digegerkan oleh berbagai kasus yang mencoreng sistem yang didaulatkan kepada manusia ini. Bangun tidur, ummat dikejutkan dengan persoalan-persoalan 'komplikasi' yang terus berulang. Polanya hampir sama, penyebabnya juga tak ada beda. Apa itu ? Kasus korupsi dan kerusuhan lapas.

Sekretaris Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat Edy Nasution akhirnya dibekuk dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (baca:republika (22/04/16). Dan dalam kasus ini, MA 'disorot' karena tidak konsisten mengikuti aturan yang sudah diterapkan. (baca:republika (23/04/16). Tak hanya itu saja, sebelumnya juga Buron Kakap Samadikun, tersangka mega-corruption itu (kasus BLBI) langsung dibawa ke lapas Salemba ketika tiba di Halim Perdanakusuma, Jakarta (jadi, selama ini kemana?). Dan masih banyak lagi...

Hendardi, Ketua Badan Pengurus SETARA Institute dalam tulisannya di republika (22/04/16) dengan judul "DPR dan DPRD Berbalut Korupsi" juga menambah 'interest' untuk menambah kesedihan akan negeri ini. Hingga April 2014, sudah dibekuk 74 anggota DPR. anggota DPRD juga ga mau ketinggalan. Dalam rentang 2005-2014, sebanyak 3.169 anggota DPRD yang mengecap korupsi. (baca:opinirepublika (22/04/16). Ditambah lagi, adanya kasus terbaru kerusuhan lapas@Lapas Kelas II A Banceuy, Kota Bandung, Jabar yang dipicu oleh narapidana yang tewas gantung diri. (baca:republika (24/04/16). Catatan kompas memaparkan bahwa kasus pembakaran lapas Banceuy menjadi kerusuhan keempat yang terjadi dalam satu bulan terakhir di penjara. (baca:kompas (24/04/016).

Pertanyaannya, kemakah sistem selama ini berpihak ? terlihat sekali kelemahan bahkan 'kerusakan' criminal justice system saat ini. (baca:ilmu hukum). Sistem peradilan pidana yang sudah bermasalah dari 'akar'nya membuat kasus-kasus persoalan hukum tak pernah usai. Keberpihakan CJS beserta komponen sistem lainnya yang (sistem ekonomi, sosial, dsb) yang saa ini dilandasi oleh mabda' (ideologi) yang mengkerdilkan bahkan memisahkan agama dari sistem-sistem tersebut tak akan mungkin berpihak kepada siapapun ? (kec. konglomerat-konglomerat). Tak buat mereka jera ! Sehingga tak jua pemerintah, rakyat, bahkan korban merasa dibela atau diberikan keadilan oleh sistem yang ada saat ini.

Pemerintah semakin khawatir dan kelabakan terhadap korupsi yang semakin menggila. Terlebih lapas sebagai tempat yang diharapkan bisa menyelesaikan aksi-aksi pidana kini luluh lantah. Rakyat semakin terpukul dan tak dibela haknya. Belum lagi pelaku pidana, apa yang mereka dapat ketika di lapas ? Malah justru bandar narkoba merajalela di sana, dan kini semakin menumpuk korban.. dan yang lebih mendasar lagi apakah dosa mereka telah ditebus di dalam lapas ?.

Maka, tak henti-hentinya opini Islam sebagai rahmat seluruh alam itu terus disampaikan. Islam berpihak pada semuanya. Dalam pemerintahan Islam, pemerintah melakukan keadilan dengan seadil-adilnya. Rakyat merasa haknya pun terpenuhi karena jinayat dan bayyinat dalam Islam itu BERPIHAK untuk mereka!. Bahkan untuk pelaku, mereka yang dihukum dengan hukuman Islam mendapatkan penebusan dosa di dunia dan di akhirat. Bahkan ada seorang pezina pun yang dihukum oleh hukum Islam tak menutup kemungkinan Allah SWT mengampuni dosanya. (baca:naulil authar, kisah al-ghamidiyah).

Saat ini tinggal kawan2 bergerak saja, memilih Islam dan memperjuangkannya.. Keberpihakan Islam itu nyata, tercatat dalam kitab-kitab ulama-ulama (silakan dicek ja), namun keberpihakan Demokrasi yang berakar dari Kapitalisme-Sekuler saat ini, tak ada bukti ! justru, mereka TAK BERPIHAK PADA SIAPAUN.. (kec. konglomerat-konglomerat).

Salam Islamic Revolt !
Udah, tinggalkan Demokrasi-Kapitalisme-Sekulerisme...
Udah, Islam aja...
‪#‎IslamRahmatanlil‬'Aaalamin

Oleh : Muhammad Alauddin Azzam
Aktivis Mahasiswa HTI Yogyakarta

Silahkan Bagikan Jika Bermanfaat

Sunday, May 8, 2016

Post a Comment
close