Terlalu banyak Kepentingan, Pemerintah Gamang Berantas Miras


www.dakwahmedia.net - Masih teringat di benak kita kasus pembunuhan Yuyun (14 th) yang sebelumnya diperkosa oleh 14 orang, bukan oleh orang dewasa tapi remaja yang sebaya dibawa pengaruh minuman keras. Di Yogyakarta, belasan mahasiswa melakukan pesta miras yang berakhir merenggut nyawa.

Apa yang membuat mata hati pemerintah saat ini buta, belum cukup buktikah? Bahwa pelegalan miras yang dilakukan menteri dalam negeri dengan mencabut Perda yang berisi pelarangan terhadap minuman beralkohol dapat membahayakan generasi anak bangsa. Peraturan yang dimaksud, yakni Peraturan Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Nomor 04/PDN/PER/4/2015 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengendalian, Peredaran dan Penjualan Minuman Beralkohol Golongan A. Pemerintah ingin minuman beralkohol tidak dilarang sepenuhnya, melainkan hanya perlu diatur peredaran penjualannya. Perda-Perda itu akan berorientasi pada prinsip itu (Kompas,com, 20/5/2016)

Peredaran miras jelas memunculkan banyak masalah mulai kekerasan seksual, kriminalitas, kecelakaan lalu lintas sampai merenggut nyawa peminumnya. Pemerintah tidak mau tegas membuat regulasi yang melarang total peredaran miras (minol).

Inikah negeri yang notabene dikatakan masyarakat mayoritas Islam, pemimpinnya muslim tapi malah melegalkan miras yang merusak akal sehat dan sangat jelas menentang hukum Allah karena menghalalkan yang diharamkan oleh Allah.

Allah Swt berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan setan. Karena itu jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kalian mendapat keberuntungan (TQS. Al-Maidah : 90).

Di dalam ayat lainnya Allah Swt berfirman : “Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang khamar dan judi. Katakanlah, “Pada keduanya terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia. Tetapi dosanya lebih besar dari manfaatnya….”(TQS. Al-Baqarah : 219)

Inilah bukti pemerintah demokrasi yang mementingkan segelintir pengusaha yang menggadaikan nasib rakyat dan membiarkan kejahatan makin merajalela. Sudah saatnya sistem demokrasi diganti dengan sistem Islam secara sempurna akan menjadi rahmat bagi seluruh alam. [SU/DakwahMedia]
Like Fanpage kami :

Monday, May 30, 2016

Post a Comment
close