Tolak Liberalisasi Pendidikan, GEMA Pembebasan Surabaya Adakan Aksi


www.dakwahmedia.net - Surabaya-Puluhan mahasiswa dari Gerakan Mahasisa Pembebasan Kota Surabaya, peringati hari pendidikan nasional dengan aksi damai dengan di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (4/5/2016), dimana dalam aksi ini mahasiswa membentangkan spanduk bertuliskan “Tolak Liberalisasi Pendidikan, MEA : Bukti Imperialisme Yang Hancurkan Anak Bangsa”

Dibawah terik dan panasnya Kota Surabaya mereka melakukan orasi secara bergantian, menyerukan dan mengajak warga kota Surabaya, bahwa sistem pendidikan terbaik adalah sitem pendidikan Islam dan bukan sistem pendidikan liberal – kapitalis, mahsiswa juga mengajak masyarakat mencermati bahwa pendidkan yang ada saat ini masih belum maksimal, masih belum bisa menghasilkan manusia – manusia cerdas dan bermoral baik.

2016-05-05_073924Mahasiswa dalam aksinya juga mebacakan peryataan sikap oleh Ari Farouq, Ketua Gema Pembebasan Surabaya, yang pertama menyerukan kepada penguasa untuk tidak terjebak dalam MEA dan permainan kapitalis lainnya. Penguasa dalam Islam berfungsi untuk menjaga penerapan Syari’ah dan melakukan ri’ayah (pelayanan) terhadap rakyat, sudah selayaknya penguasa lebih fokus menjalankan fungsi pelayanannya kepada rakyat dengan mengelola SDA secara mandiri dan hasilnya dipergunakan sebesar-besarnya untuk rakyat, bukan malah terjebak MEA dan justru menyerahkan pengelolaan SDA kepada asing dan asing atas nama investasi.

Kedua, dalam Islam, pendidikan adalah salah satu bentuk ri’ayah (pelayanan) oleh penguasa kepada rakyatnya. Maka haram hukumnya bagi penguasa untuk melepaskan tanggungjawab dalam pendidikan baik dari segi pendanaan atau pun kurikulum. Perguruan tinggi negeri tidak boleh dijadikan sebagai entitas bisnis apalagi menjadi industri gaya baru.

Ketiga, sesungguhnya MEA sarat dengan kepentingan negara adidaya dan kapitalisme global. Maka harus dihadapi dengan terwujudnya negara yang mandiri, berdaulat, dan memiliki visi global pula. Negara semacam ini tidak akan terwujud dengan sistem demokrasi-sekular yang saat ini diterapkan dan terbukti kebobrokannya. Maka, diperlukan sistem baru yang terbukti kehandalan dan kemandiriannya. Itulah sistem Khilafah, yang tegak selama 14 abad lamanya menjadi mercusuar peradaban.

Keempat, menyerukan kepada seluruh umat Islam untuk sungguh-sungguh berjuang mewujudkan kehidupan Islami dimana di dalamnya diterapkan Syari’ah Islam di bawah naungan Khilafah. Hanya dalam kehidupan seperti itu saja, kemuliaan Islam dan kaum muslimin termasuk pendidikan yang murah dan generasi yang berkualitas dapat diwujudkan. Dalam sistem demokrasi-sekular dengan penguasa tidak amanah seperti sekarang ini, umat Islam akan terus menerus berada dalam kesengsaraan, kubangan kriminalitas, demoralisasi, dan ditindas pula oleh negara penjajah dalam segala aspek kehidupan.

Usai melakukan orasi, dan pembacaan peryataan sikap, setelah diakhiri dengan doa, puluhan mahasiswa yang setia memperjuangkan tegaknya khilafah dan peradaban Islam ini, melakukan foto bersama lalu membubarkan diri dengan tertib. [MediaInfo/DakwahMedia]

Silahkan Bagikan Jika Bermanfaat

Thursday, May 5, 2016

Post a Comment
close