WAHAI SUAMI! BERTAKWALAH KEPADA ALLAH DALAM URUSAN DENGAN WANITA


Oleh : H Luthfi H

عن جَابِر، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَطَبَ النَّاسَ، فَقَالَ: "اتَّقُوا اللَّهَ فِي النِّسَاءِ، فَإِنَّهُنَّ عَوَانٌ عِنْدَكُمْ، أَخَذْتُمُوهُنَّ بِأَمَانَةِ اللَّهِ وَاسْتَحْلَلْتُمْ فُرُوجَهُنَّ بِكَلِمَةِ اللَّهِ، وَلَهُنَّ عَلَيْكُمْ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ". رَوَاهُ مُسْلِمٌ

Dari Jabir bahwa Rasulullah saw berkutbah kepada manusia, berliau saw. berkata: “Bertakwalah kalian kepada Allah  dalam urusan dengan wanita. Karena mereka itu adalah “tawanan” kalian. Kalian mengambil mereka sebagai amanah dari Allah. Dan mereka halal bagi kalian dengan kalimah-kalimah Allah. Dan bagi mereka berhak rezeki mereka (nafkah atas mereka) dan pakaian yang pantas dengan cara yang ma’ruf”. (HR. Muslim).

 إن الزوجة هي صاحبة لزوجها يصحب كل واحد منهما الآخر.

Sesungguhnya seorang istri adalah sahabat bagi suaminya, yang akan saling melengkapi dan menyempurkan antara satu dengan yang lainnya.

Seorang sahabat akan selalu membuat tenang jiwa sahabat yang ada di sampingnya. Karena memang inti dari kehidupan berumah tangga adalah ketenangan.

Kehidupan  berumah tangga dalam bingkai  persahabat ini akan terwujud jika diantara keduanya  saling memberikan hak dan kewajiban masing-masing.  Seorang suami akan memberikan hak nya kepada istri, demikian pula istri akan memberikan hak kepada suaminya –sesuai dengan tuntunan syari’ah.

فقد أوصى الله تعالى بحسن العشرة بين الزوجين حين قال (وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ)

Sungguh Allah SWT berwasiat kepada seorang lak-laki untuk mempergauli  istrinya dengan cara yang baik saat  telah terjalin akad nikah diantara keduanya.  Firman Allah SWT.

(وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ)

“Dan pergaulilah mereka (istri-istrimu) dengan cara yang baik” (An Nisa 19).

Allah SWT memerintahkan hal tersebut agar  perpaduan dan  persahabatan keduanya benar-benar terekat secara sempurna. Dengan demikian ketenangan jiwa dan keselamatan hidup akan terwujud dengan nyata.

Agar perpaduan (mu’asyarah) diantara keduanya berjalan dengan sempurna, keduanya harus melakukan kewajiban dengan penuh keikhlasan dan ketulusan. Istri  melakukan kewajiban tidak sekedar menunaikan hak-hak atas mahar dan nafaqah yang diberikan oleh suami. Demikian pula dengan suami, akan menyayangi istri dengan penuh ketulusan.

Kedua wajah mereka berdua tidak akan melakukan tatapan masam kecuali jika terjadi kekeliruan atau dosa. Tidak akan keluar kata-kata yang kasar, tidak sopan, dan tabiat-tabiat buruk lainnya.

وقد ضرب لنا رسول الله صلى الله عليه وسلم أروع الأمثلة في الحياة الزوجية

Sungguh Rasul saw memberikan contoh dan tauladan terbaik dalam menjalani kehidupan berumah tangga dengan istri beliau.  Adalah beliau saw. bergaul dan bercanda dengan mereka dengan penuh persahabatan dan lemah lembut. Bahkan beliau saw sering memangku istrinya barang sekejap, sebelum tidur untuk beramah-ramahan dengannya. [DakwahMedia]
Like Fanpage kami :

Sunday, May 22, 2016

Post a Comment
close