11 Fakta Rukyatul Hilal yang Telah Berbeda


Oleh : Fahmi Amhar
Pertanyaan:

Apakah fakta ru’yatul hilal pada masa Rasulullah saw dengan masa sekarang memang berbeda?  Jika dulu di masa Rasulullah saw seolah-olah hilal begitu mudah dikenali tanpa harus dipaskan dulu dengan ilmu hisab astronomi, dan tanpa dipertanyakan apakah yang dilihat tersebut adalah hilal ataukah cahaya lainnya yang menyerupai hilal? Ini terlepas dari pembahasan peran ulil amri yaitu khalifah yang berwenang memutuskan kapan 1 ramadhan/1 syawal.

Jawaban:

Banyak fakta yang telah berbeda:


  1. Dulu orang relatif lebih mengenal langit, karena belum ada jam; mereka tahu jadwal sholat setiap hari dengan menengok ke langit, termasuk untuk mengetahui apakah waktu Isya atau shubuh sudah masuk.
  2. Dulu orang relatif lebih mengenal langit, karena belum ada kompas; di padang pasir mereka mencari arah dengan melihat langit, mengetahui dengan pasti konstelasi bintang terkait dengan arah.
  3. Dulu banyak orang akrab dengan langit, termasuk tahu persis hilal itu seperti apa dan dilihat ke arah mana, sehingga rukyatul hilal belum menjadi “ilmu rahasia”, yang seolah-olah hanya segelintir orang dengan privilege tertentu yang dapat melakukannya.
  4. Dulu cuma ada 1 macam kalender hisab, yaitu hisab urfi.  Sekarang ini ada puluhan jenis kalender, dengan metode yang berbeda-beda.  Kalaupun metode yang dipakai sama-sama hisab hakiki tahqiqi (astronomi modern), sering kriteria masuk tanggalnya berbeda, atau markaz (tempat yang dihitung) berbeda.  Semua ini bisa berakibat tanggal 29 Sya’ban yang berbeda.
  5. Dulu perukyat tidak terpengaruh (bias) hisab yang beraneka, sehingga tidak ada ilusi seolah-olah melihat hilal hanya karena hisab yang dianutnya mengatakan hilal sudah wujud/mungkin terlihat.
  6. Dulu langit lebih bersih, tidak ada polusi udara maupun polusi cahaya (lampu-lampu), sehingga langit di ufuk Barat benar-benar bersih, yang ada hanya awan.
  7. Dulu belum ada objek buatan manusia di udara/langit, belum ada pesawat, balon udara, maupun satelit yang bisa mengecoh.
  8. Dulu belum ada camera yang bisa menjadi alat bukti, bahwa apa yang dilihat memang benar-benar ada, bukan ilusi perorangan.
  9. Dulu belum ada telekomunikasi, sehingga hasil rukyat tempat yang sangat jauh belum bisa diketahui seketika.  Andaikata ada perbedaan, baru ketahuan setelah sekian hari.
  10. Dulu belum diketahui realita bahwa dunia ini memerlukan garis tanggal internasional yang memastikan perbedaan hari.  Bahkan gambaran bahwa bumi ini bulat masih diperdebatkan.
  11. Dulu perjalanan internasional masih jarang, sulit dan lama, sehingga perbedaan penanggalan belum menjadi masalah serius.
  12. Dulu ada satu pemimpin yang dihormati dan ditaati, sehingga keputusannya mengikat bagi semua.
Like Fanpage kami :

Sunday, June 5, 2016

Post a Comment
close