Beginilah Rakyat Suriah Sambut Ramadhan


www.dakwahmedia.net - Kemeriahan menyambut datangnya bulan Ramadhan, rupanya belum bisa dirasakan oleh rakyat Suriah hingga saat ini. Hampir bisa dipastikan tak ada sorak gembira, serta kegembiraan yang biasanya mewarnai tarawih malam pertama di bulan Ramadhan.

Di El Waer, Homs misalnya, blokade ketat yang diberlakukan rezim Bashar Al Assad terhadap penduduk setempat sejak Maret lalu, telah menyebabkan krisis pangan dan obat-obatan. Portal berita All4Syiria melaporkan pada Sabtu (04/05), bahwa penduduk setempat menyambut Ramadhan dalam keadaan nyaris kelaparan.

Menurut keterangan warga setempat, sepanjang bulan puasa tahun ini mereka tidak ditopang dengan kebutuhan pangan yang cukup, bahkan sekadar untuk mempersiapkan makanan sahur. Bukan hanya di Al Waer saja, keadaan serupa turut dirasakan di daerah-daerah yang blokade lainya di Homs utara.

Bapak tiga anak bernama Dhiya’, salah satu warga yang menjadi korban blokade rezim di Al Waer, Homs bercerita kepada All4Syria. Minimnya makanan sejak tiga bulan lalu, menyebabkan kehidupan sehari-harinya tak jauh berbeda layaknya orang berpuasa.

“Dalam sehari, kami hanya makan sekali pada waktu sore. Satu-satunya yang membedakan kami (dengan Ramadhan) adalah kami masih bisa bersabar menahan panasnya terik matahari (pada waktu siang) dengan meneguk air. Sedangkan untuk makanan, kami sudah tidak memilikinya sejak tiga bulan yang lalu,” paparnya.

Ada juga, Abu Naim pemilik salah-satu toko kelontong. Ia mengatakan bawah toko-toko di kawasan tersebut benar-benar sepi. Bukan berarti tidak ada pembeli, tetapi barang yang akan dijual sudah tidak ada. Baik itu makanan, perlengkapan kesehatan, bahkan untuk sepotong roti saja tidak ada.

“Apa yang akan kami kerjakan? Kami saja tidak tahu. Tidak usah bertanya bagaimana kami akan menjalani Ramadhan. Saya memiliki tiga orang anak, tubuh mereka kurus kering, saya tidak tega apabila melatih mereka bahagianya berpuasa saat Ramadhan,” ungkap Abu Naim.

Sementara itu, aktivis media Mohammad Sibai anggota Homs Media Center menguraikan bahwa Bashar Al Assada telah menerapkan blokade di El Waer sejak sepuluh Maret lalu. Assad memutus segala keperluan kehidupan, seperti roti, listrik dan makanan yang dikonsumsi warga setempat.

Selain itu, kata Mohammad Sibai menjelang Ramadhan tahun ini diwarnai eskalasi militer yang diluncurkan oleh pasukan reguler di El Waer. Bombardir dengan segala macam senjata dan roket terjadi dimana-mana, yang menewaskan tujuh warga sipil pada Ahad lalu. Kondisi ini merupakan hari paling sulit yang dihadapi warga sejak dua tahun terakhir. [Kiblat/DakwahMedia]
Like Fanpage kami :

Sunday, June 5, 2016

Post a Comment
close