#GEOSPARITUAL-01 TIME-RELATIVITY


Oleh : Fahmi Amhar
Pada 1905, Albert Einstein pada usianya yang baru 26 tahun, telah berani memunculkan sebuah teori fisika yang aneh. Teori itu bahkan konon waktu itu dimuat di jurnal fisika Annalen der Physik bukan karena nilai ilmiahnya, tetapi karena nilai artistiknya :-).

Salah satu dari tulisan Einstein itu membahas relativitas waktu. Menurutnya, waktu itu relatif. Sebuah mahluk yang memiliki kecepatan mendekati cahaya, atau dia berada di dekat pusat gravitasi yang besar, maka waktu baginya akan mulur.

Kalau seorang astronot melesat dengan roketnya mendekati kecepatan cahaya, maka ketika dia merasa baru menjalani penerbangannya 1 jam, orang yang di bumi mungkin sudah menghitungnya 2 jam. Bahkan bila kecepatannya semakin tinggi, atau dia mendekati black-hole, bisa-bisa dia baru merasa 1 jam, orang yang di bumi sudah menghitungnya 7 tahun - seperti di film Interstellar.
Ini bukan sekedar teori kosong yang hanya dapat dijadikan bahan film fiksi ilmiah. Teori Einstein ini sudah teruji ribuan kali di laboratorium riset nuklir dan di penerbangan ruang angkasa. Sebuah unsur radioaktif biasa memiliki waktu paruh. Katakanlah ada suatu unsur radioaktif yang setelah 1 jam akan berkurang sendiri tinggal separuh. Yang separuh lagi meluruh menjadi unsur yang lain. Sebagian unsur ini dipercepat di akselerator nuklir dengan elektro-magnet jutaan watt, sehingga kecepatannya mendekati cahaya. Sebagian unsur dibiarkan diam sebagai pembanding. Setelah selesai, ternyata unsur radioaktif yang dipercepat, belum ada separuh yang hilang. Jumlah unsur yang telah meluruh persis seperti yang diperhitungkan dengan waktu yang seolah-olah dialami oleh unsur itu.

Jam atom yang dipasang di satelit GNSS (GPS, Glonas, Galileo, dan Beidou) juga terpaksa dikoreksi dengan teori relativitas waktu ini, agar perhitungan posisi dan waktu kita di muka bumi yang menggunakan satelit tersebut menjadi tepat.

Nah, di bulan Ramadhan ini Allah sedang mendekatkan diri-Nya pada hamba-hambanya yang terpilih. Mereka yang terpilih ini baru merasakan beramal 1 jam, tetapi nilainya sama dengan 70 jam bagi mereka yang tidak terpilih, atau bagi yang bersangkutan di luar bulan Ramadhan. Bahkan ada malam yang sangat khusus (Lailatul Qadar). Orang yang terpilih, ketika beribadah di malam tersebut, nilainya sama dengan 30.000 malam (1000 bulan, atau 83 tahun).

Di surat Al-Kahfi bahkan Allah mengisahkan sekelompok pemuda, yang mengalami dilasi waktu lebih extrim lagi. Mereka baru merasakan tidur di dalam gua sehari atau bahkan setengah hari. Tetapi orang-orang di luar gua mencatatnya 309 tahun. Ketika mereka keluar dari gua, semua orang durhaka yang pernah ingin membunuh mereka sudah meninggal lama, tergantikan dengan orang-orang yang bertaqwa !!!

Dan demikianlah Kami bangunkan mereka agar mereka saling bertanya diantara mereka sendiri. Berkatalah salah seorang diantara mereka: "Sudah berapa lamakah kamu berada (di sini)". Mereka menjawab: "Kita berada (di sini) sehari atau setengah hari". Berkata (yang lain lagi): "Rabb kamu lebih mengetahui berapa lama kamu berada (di sini). Maka suruhlah salah seorang di antara kamu pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini, dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik, maka hendaklah dia membawa makanan itu untukmu, dan hendaklah ia berlaku lemah lembut dan janganlah sekali-kali menceritakan halmu kepada seorangpun. (Qs. 18:19)

...

Dan mereka tinggal dalam gua mereka tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun (lagi). (Qs. 18:25)

Oh ya para malaikat bahkan naik ke langit dalam sehari (membawa doa yang kita panjatkan) yang lamanya 1000 tahun atau 50.000 tahun dalam ukuran manusia.

Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu. (Qs. 32:5)
Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Rabb dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun. (Qs. 70:4)

Karena itu marilah kita menjadikan bulan Ramadhan ini bulan latihan mendekatkan diri kepada-Nya. Allah telah berjanji, "Barangsiapa mendekati-Ku satu jengkal, Aku akan mendekatinya satu hasta. Barangsiapa mendekati-Ku dengan berjalan, Aku akan mendekatinya dengan berlari".

Waktu hidup kita yang sebenarnya, tergantung dari sedekat apa kita kepada Sang Pemilik Waktu, yaitu Allah swt, atau secepat apa kita berusaha mendekati-Nya, yakni dengan bersegera memenuhi segala seruan-Nya, menjalankan segala perintah-Nya, dan menjauhi segala larangan-Nya.

Silahkan Bagikan Jika Bermanfaat

Saturday, June 11, 2016

Post a Comment
close