Ketika Erdogan Berbuka Bersama Para Waria ...



Presiden Turki, Recep Tayyip Erdo─čan berbuka puasa bersama selebriti Transgender yang terkenal tepat setelah terjadi huru-hara antara polisi anti huru-hara dan para pendukung LGBT. (19/06/16)

Lho kok bisa buka puasa bersama tokoh transgender tapi membubarkan paksa even atau parade LGBT?

Simak ulasan berikut ini.
Presiden konservatif Turki, bersama istrinya, Emine Erdo─čan berbuka puasa bersama pada hari Minggu kemarin dengan sekelompok seniman atau artis dan selebriti termasuk di dalamnya ada aktor bernama Bulent Ersoy.

Foto pertama, dipublish oleh kantor resmi Erdogan dan memperlihatkan bahwa Erdogan dan istrinya berada dalam satu meja bersama Ersoy atau yang dikenal dengan sebutan 'The Diva' di negara Turki.

Ersoy (bisa dilihat di gambar terakhir) umur 64 tahun, telah menjalani operasi ganti kelamin di London pada tahun 1980-an.

Ersoy, setelah menjalani operasi di London, kemudian kembali ke Turki untuk mengejar karirnya di dunia entertainment. Dia menjadi selebriti.
Namun, saat itu ia diusir dari negara Turki lantara aturan konstitusi pada saat itu yang memberikan label bagi orang-orang transgender sebagai 'orang yang menyimpang' dan memperhentikannya secara paksa untuk tampil.

Di akhir tahun 1980an, ia kemudian memutuskan untuk kembali ke Turki setelah undang-undang negara diamandemen.

Hari minggu kemarin (19/06/16) ia diundang bersama seniman atau selebriti lain bersama presiden Turki, Erdogan. Acara tersebut bertujuan untuk menghormati Komunitas Seniman (Artistik) Turki.
Sebelum acara buka bersama itu, terjadi kekacauan yang memaksa polisi anti huru-hara menembakkan gas air mata dan peluru karet untuk membubarkan paksa event kebanggan transgender atau LGBT yang berlangsung saat Ramadhan.

Ratusan polisi mengepung Taksim Square, tempat dimana para demonstran LGBT mengadakan aksinya.
Berdasarkan keputusan pemerintah tentang larangan unjuk rasa anti pemerintah yang diberlakukan pada tahun 2013, maka polisi anti huru hara memaksa menghentikan protes dan berjalannya aksi tersebut.

Para demonstran membentangkan bendera pelangi yang menjadi simbol kaum LGBT dan mencoba untuk membacakan deklarasi namun mereka dibubarkan oleh polisi.

Mungkin kita bertanya, kenapa bisa terjadi larangan demo ini sedangkan pemimpin negaranya makan bersama tokoh transgender?



Ini dia jawabannya, lanjut ke berita

Pihak otoritas Istambul, pada hari Jumat, ia telah melarang parade tahunan tersebut dengan alasan keamanan para demonstran serta ketertiban umum setelah marakanya aksi bom di Turki akhir-akhir ini dimana aksi pengeboman diklaim dilakukan oleh ISIS dan militant Kurdi.

Pihak Otoritas Istambul juga mengatakan bahwa aksi pembubaran paksa itu lantaran pihaknya telah menerima ancaman dari kelompok ultra-nasionalis atau militant.
Jadi, aksi pembubaran diklaim oleh pihak otoritas untuk melindungi para demonstran dari serangan yang tidak dinginkan.

Hanya saja, sekitar ratusan pihak demonstran LGBT tersebut menolak untuk dibubarpaksakan sehingga terjadi kekacauan atau bentrok antara polisi dan kaum LGBT.
Kritik terhadap Erdogan pun bermunculan. Sebelumnya, Erdogan sangat gencara mengkampanyekan untuk meninggalkan KB (Keluarga Berencana) serta isu-isu lain yang berkaitan dengan seks.

Namun, terkait isu Gay, Erdogan sendiri terlihat menghindar saat ditanya tentang isu-isu Gay.
Beberapa aktifis LGBT juga menyayangkan tindakan pemerintah yang seakan-akan menjadi Anti-LGBT dan bisa meningkatkan sentiment Anti-LGBT yang sudah terjadi beberapa bulan terakhir.
Turki sendiri dipandang memiliki pendekatan yang lebih bebas terhadap kaum LGBT. Ini terbukti bahwa parade Gay atau LGBT pertama yang berlangsung pada tahun 2003 dengan ribuan orang, sekarang sudah menjadi parade rutin yang diadakan setiap tahun.
---
Well, bagaimana pendapat kalian?
Ersoy  umur 64 tahun, telah menjalani operasi ganti kelamin di London pada tahun 1980-an.

Oleh : Syamsul Arifin
Like Fanpage kami :

Wednesday, June 22, 2016

Post a Comment
close