Korban Bom Bandara Turki: 50 Tewas dan 106 Terluka


ISTANBUL - Hingga saat ini belum diketahui secara pasti bagaimana kacaunya kondisi di dalam bandara intenasional Ataturk, Istanbul Turki. Namun sejak pertama kali penembakan brutal dilontarkan sekira pukul 22.40 waktu setempat, jumlah korban telah meningkat dua kali lipat.

Diwartakan ITV, Rabu (29/6/2016), jumlah korban menjadi sedikitnya 50 orang tewas, mayoritas warga negara Turki dan korban terluka mencapai 106 orang. Banyak penerbangan dibatalkan, sementara mereka yang masih terjebak dalam pesawat yang sudah terlanjur mendarat di lanud, dilarang turun.

Presiden Recep Tayyip Erdogan mengecam serangan ini, karena menyasar warga sipil yang tidak bersalah. Simpati yang sama juga datang dari Amerika Serikat, salah satu sekutu Turki. Antara lain dari Donald Trump dan Hillary Clinton.

"Musuh kita brutal dan kejam dan akan melakukan apa saja untuk membunuh mereka yang tidak tunduk pada kehendak mereka. Kita harus mengambil langkah-langkah sekarang untuk melindungi Amerika dari teroris, dan melakukan segala yang kita bisa untuk meningkatkan keamanan kita, untuk menjaga keamanan Amerika Serikat," seru capres Republik.

Diketahui sedikitnya ada dua pelaku bom bunuh diri yang sudah meledakkan diri sebelum melintasi mesin pemeriksaan di terminal kedatangan. Serangan dibuka dengan penembakan brutal oleh seorang pelaku lain, yang setelah ledakan pertama juga berlari menerjang pengunjung bandara dan menarik pelatuk bom di rompinya.

Sebelum melakukan aksi bunuh diri, pelaku terlebih dahulu melakukan penembakan brutal dengan mengunakan senapan mesin. Informasi itu disampaikan oleh seorang pejabat dari Kementrian Dalam Negeri.

Untuk menghentikan serangan tersebut, petugas keamanan berusaha menghentikan aksi terorisme memukul mundur para teroris, tapi saat terdesak mereka langsung meledakkan diri.
Insiden ini terjadi di area kedatangan bandara Istanbul sebelum penumpang pesawat melalui ruang pemeriksaan keamanan.
Like Fanpage kami :

Tuesday, June 28, 2016

Post a Comment
close