Pemakaman Muhammad Ali Jadi Pemakaman Muslim Terbesar di Amerika


www.dakwahmedia.net - Ribuan pelayat dari seluruh dunia pada Kamis, (09/06) berkumpul di Kentucky untuk melantunkan doa dan mengikuti shalat jenazah “sang juara rakyat”, Muhammad Ali.

Prosesi ini menarik banyak orang ke kampung halaman petinju legendaris dari Louisville ini dan mereka semua berkumpul di aula di mana Ali berjuang melawan rival profesional pertamanya.

Para pelayat yang hadir di antaranya ialah keluarga Ali, para pemimpin agama dan dunia seperti Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Hamza Yusuf dan Mehmet Gormez.

Hadir pula, munsyid populer Yusuf Islam dan promotor tinju Don King, yang mempromosikan beberapa pertarungan legendaris Muhammad Ali, termasuk pertandingan melawan Joe Frazier pada tahun 1971 yang disebut sebagaii “Pertarungan Abad Ini”.

Sebelum disholatkan, pembacaan Al-Quran digaungkan di Freedom Hall, sesuai dengan ayat-ayat Al-Quran yang menghiasi peti mati Ali.

Shalat jenazah dipimpin oleh Imam Zaid Shakir, yang sangat akrab dengan keluarga Ali dalam dekade terakhir.

“Ali  sudah seperti saudara kita semua,” kata Yusuf Islam, penyanyi Muslim legendaris Inggris ini.

Ia melanjutkan, “terutama bagi seorang Muslim yang baru seperti saya yang tidak pernah memiliki figur, dia seperti seorang figur. Dan ia membuat hal-hal yang mungkin di mana hal itu tidak mungkin dilakukan sebelumnya,” kata  Yusuf Islam , yang juga dikenal sebagai aktivis nan dermawan.

“Ini adalah tugas. Mereka yang hadir di sini insyaAllah diberkahi. Ada banyak orang yang saya yakin akan senang berada di sini tapi Anda tahu dia (Ali) membawa banyak harapan di dalam hati kita,” ujar Yusuf yang terkenal masuk Islam pada tahun 1977.” Semoga Allah memberkahi dia.”

Hamza Yusuf, salah seorang pendiri perguruan Islam pertama yang terakreditasi di AS dan seorang pengkhotbah Muslim terkemuka menggambarkan Ali sebagai “salah satu orang besar di abad ke-20 abad ke-21 M”.

“Dia melakukan hal penting di dunia,” katanya kepada Anadolu Agency. “Salah satu hal yang menarik bagi saya adalah bahwa pada saat banyak orang Amerika memiliki sikap sangat marah terhadap Islam, warga Amerika yang paling dicintai di dunia adalah seorang Muslim yang namanya Muhammad.”

Yusuf mengatakan pemandangan ramainya warga dan perwakilan dari berbagai negara bersatu untuk mengiringi kepergian Muhammad Ali merupakan bukti atas cintanya kepada umat manusia.

“Ketika Anda mencintai kemanusiaan, kemanusiaan mencintai Anda kembali. Dan dia (Ali) mencintai kemanusiaan dan kemanusiaan adalah mencintai dia kembali.”

Yusuf mengatakan sikap Muhammad Ali yang mewujudkan “semangat pelayanan, iman, cinta, amal dan tindakan” dalam hal itu, ia mengikuti Nabi Muhammad SAW tentang ajaran Islam.

“Dan dengan cara itu nama (Muhammad) telah diagungkan, dan ia menghormati nama itu dengan menjadi orang yang tegas pada prinsip terutama di saat banyak tokoh olahraga yang sangat boros, dan tidak taat. Mereka memberi contoh buruk bagi pemuda; sementara Ali memberi contoh yang indah bagi kaum muda,” sambungnya.

Muhammad Ali menjadi sarana bagi nama Nabi Muhammad untuk semakin dikenal banyak orang, Yusuf mengatakan, “dan namanya adalah satu-satunya bintang yang naik berada di atas semua bintang di Boulevard, Los Angeles.

Sebagaimana diketahui, Hollywood mengenang seluruh aktor dan olahragawan terkemuka dunia dengan cara menuliskan anamanya di jalan Boulevard Los Angeles. Ketika Hollywood hendak menaruh nama Muhammad Ali dalam Walk of Fame, Ali menolak karena ia membawa nama Muhammad. Ali tak mau nama Nabi Muhammad SAW yang mulia diinjak-injak banyak orang. Untuk menghargai Ali, nama Muhammad Ali menjadi satu-satunya “bintang” yang namanya diletakkan di dinding, bukan di jalan sebagaimana umumnya. [Kiblat/DakwahMedia]
Like Fanpage kami :

Friday, June 10, 2016

Post a Comment
close