Ramadhan 1437 H: Ini Wilayah dengan Waktu Puasa Terlama dan Terpendek di Dunia


www.dakwahmedia.net - Mayoritas umat Islam memulai puasa Ramadhan 1437 H pada hari ini, Senin (06/06/2016). Puasa dimulai sejak terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari. Di Indonesia, durasinya sekitar 13 jam 15 menit.

Durasi puasa di Indonesia tersebut dengan di negara lain tentunya berbeda-beda. Ada negara yang menjalani puasa hingga 20 jam lebih, namun ada pula yang hanya berpuasa dibawah 10 jam.

Puasa Ramadhan tahun ini menjadi puasa yang paling menantang dalam 33 tahun terakhir bagi umat Islam di belahan bumi utara. Hal itu disebabkan waktu musim panas tahun ini yang berjalan lebih panjang.

Hal tersebut membuat kaum muslimin di belahan bumi utara hanya memiliki waktu beberapa jam untuk berbuka puasa dan makan sahur. Matahari akan terbit lebih awal dan terbenam lebih lambat. Sebaliknya, jika puasa berbarengan dengan musim dingin, maka waktunya akan menjadi lebih pendek.

“Belahan bumi utara tidak hanya akan menjalani puasa terlama, tetapi juga suhu terpanas sejak 33 tahun terakhir. Ini karena matahari tengah berada di kawasan subtropik belahan bumi utara. Sehingga puncak musim panas ada di utara dan puncak musim dingin ada di selatan,” ujar para pakar astrologi, sebagaimana dilansir Ummid.com.

Ramadhan tahun ini bagi sejumlah negara juga akan menjadi puasa terpanas sepanjang sejarah karena posisi wilayah berada tepat di bawah terik matahari.

“Puasa Ramadhan 1437 Hijriah diperkirakan akan dimulai pada 6 atau 7 Juni 2016. Denmark dan Swedia akan mengalami waktu puasa terlama, sedangkan puasa tercepat ada di Argentina dan Australia,” lanjut laporan dari para pakar tersebut.

Muslim Denmark akan menjalani puasa selama 21 jam. Sementara Muslim Argentina akan berpuasa hanya selama sembilan jam 30 menit. Berdasarkan peta dunia, negara yang akan mengalami waktu puasa terpanjang lainnya adalah Islandia, Swedia, dan Norwegia selama 20 jam.

Belanda dan Belgia selama 18 jam 30 menit, sedangkan Spanyol selama 17 jam 30 menit. Inggris dan Jerman selama 16 jam 30 menit. Sementara di Amerika Serikat, Perancis, dan Italia puasa akan berlangsung selama 16 jam.

Jika di Argentina puasa berlangsung paling singkat, puasa di Australia berjalan sekitar 10 jam, Afrika Selatan sekitar 10 jam 30 menit, Brazil 11 jam, Mexico 13 jam 20 menit pada Ramadan tahun ini.

Sementara kawasan India dan negara-negara Arab akan menjalani puasa antara 14 hingga 16,5 jam. Di Pakistan, Muslim akan berpuasa antara 15-16 jam sementara Muslim India selama 14 jam 30 menit.

Di Ibukota Pakistan, Islamabad, shalat Shubuh akan dimulai pada pukul 03.16 waktu setempat dan Maghrib pada 19.14 waktu setempat di awal Juni. Puasa akan berjalan sekitar 16 jam di kota ini.

Sementara di ibukota India, New Delhi, shalat Shubuh dimulai pukul 03.51 waktu setempat dan Magrib pada 19.16 waktu setempat. Puasa di kota ini akan berjalan selama 15 jam 30 menit. Di Mumbai, shalat Shubuh akan berlangsung pukul 04.39 waktu setempat dan Magrib pada 19.16 waktu setempat. Puasa di kota ini akan berlangsung sedikit lebih cepat.

Muslim Bangladesh akan menjalankan puasa sekitar 15 jam. Di ibukota Dhaka, shalat Shubuh di pekan pertama Juni berlangsung pada pukul 03.45 waktu setempat dan Magrib pada 18.42 waktu setempat. Mereka yang di Mesir akan berpuasa sekitar 16 jam 30 menit. Orang-orang di Bahrain, Arab Saudi, Tunisia dan Palestina selama 15 jam.

Kota Tabuk dan Haql akan menjalani waktu puasa di antara terlama di antara kota-kota lainnya di Arab Saudi, selama 15 jam 30 menit. Waktu puasa sedikit lebih pendek ada di Dammam selama 15 jam 18 menit, dan puasa paling cepat di Saudi ada di Riyadh selama 15 jam delapan menit.

Di Yaman, puasa akan berjalan selama 15 jam 50 menit. Di Qatar selama 14 jam 40 menit. Sementara di Kuwait, Irak, Yordania, Suriah dan Aljazair, Maroko dan Libya serta Sudan akan berpuasa selama 14 jam.
Like Fanpage kami :

Monday, June 6, 2016

Post a Comment
close