TANTANGAN DAKWAH: MENJADIKAN SELURUH AKTIVITAS KITA SEPERTI PUASA RAMADHAN


Oleh : Choirul Anam, M.Si
Puasa ramadlan merupakan pelajaran taqwa langsung dari Allah. Ini bukan pelajaran secara teoretis, tetapi langsung secara praktis.

Taqwa adalah kesadaran pada diri manusia bahhwa manusia adalah makhluk Allah, karena itu manusia kemudian taat sepenuh hati kepada Allah. PerintahNya kita laksanakan sesuai kemampuan dan laranganNya kita tinggalkan sesuai kemampuan. Kita juga menyadari bahwa apapun yg kita lakukan atau yg kita putusukan akan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah.
.
Taqwa adalah satu-satunyanya bekal untuk selamat di akhirat. Di dunia orang yg taqwa akan diselesaikan masalahnya oleh Allah dg cara yg kadang manusia tdk menduganya. Bagi masyarakat yg taqwa, Allah akan menurunkan berkah dari langit dan bumi.

Taqwa mmg tdk mudah, ttp tanpa kita sadari saat kita berpuasa, sebetulnya ketaqwaan kita nyaris sempurna, seperti ketaqwaan sahabat Nabi.

Saat puasa, 100% kita merasa diawasi Allah. Kita sadar bhw tdk ada yg tersembunyi bagi Allah. Kita sadar bahwa Allah melihat meskipun hanya satu tetes air atau 1 butir nasi yg masuk ke kerongkongan kita. Kita rela lapar dan haus, semua kita lakukan krn ketaqwaan kpd Allah.

Luar biasa. Sekatang tinggal kita perluas ketaqwaan itu. Karena Allah pasti melihat semua perilaku kita baik saat puasa atau tidak. Allah melihat kita saat membuka aurat. Allah melihat kita saat kita bertransaksi ribawi. Allah melihat kita saat kita menghina org lain. Allah melihat kita dalam semua aktivitas, baik aktivitas pribadi, sosial dan lain-lain. Orang yg taqwa tdk akan berani mendukung demokrasi, yg menduakan Allah dalam membuat hukum. Allah pasti melihat kita dan menghisab apapun yg kita lakukan.

Puasa mestinya mengajarkan kita unk terikat dg syariah Allah dan memperjuangkan syariahNya agar tegak di muka bumi ini.

Jika kita melihat umat Islam, seperti di bulan ramadlan ini, rasanya tak ada bedanya dengan generasi awal Islam, yang merasa sangat diawasi Allah. Mereka rela lapar dan haus demi mencari ridlo Allah. Hanya saja, kesadaran itu masih terbatas hanya di bulan ramadlan dan hanya dalam masalah puasa. Ini terjadi karena pemahaman masyarakat sekarang masih sebatas itu. Masyarakat masih merasa diawasi Allah saat puasa, tetapi belum merasa diawasi Allah saat bekerja, saat berbisnis, saat berpolitik, saat berhukum, dan seluruh aktivitas lainnya.

Jika pemahaman masyarakat diperluas, sehingga perasaan diawasi Allah dapat ditingkatkan sehingga mereka diawasi Allah pada setiap keadaan dan pada setiap waktu, tak mustahil mereka akan benar-benar akan seperti para shahabat Rasul saw. Pada saa itu, masyarakat tak mau dan tak berani melakukan sesuatu yang bertentangan dengan syariah Allah.

Pada keadaan seperti itulah, insya Allah syariah Allah dan Khilafah akan tegak. Syariah dan Khilafah memang hanya akan tegak diperjuangkan oleh orang-orang dengan mental seperti shahabat Nabi, yaitu dengan perasan dan mental yang merasa selalu di awasi Allah dalam setiap keadaan.

Dengan melihat semangat umat dalam puasa ramadlan ini, tegaknya syariah dan Khilafah bukan hal yang mustahil. Yang diperlukan hanyalah memperluas pemahaman dan kesadaran umat. Dan inilah tantangan dakwah yang sebenarnya.

Semoga kita benar-benar menjadi orang yg bertaqwa. [DakwahMedia]
Like Fanpage kami :

Wednesday, June 8, 2016

Post a Comment
close