Bank-bank di Eropa Mulai Di Ujung Tanduk



Industri  perbankan di Eropa mulai tergiring nasibnya ke ujung tanduk. Baru-baru ini pasar kredit Jerman, di Berlin, secara tiba-tiba mulai berhenti menerbitkan utang.  Perlambatan ekonomi global telah membawa lembaga keuangan di Eropa dalam keadaan genting. Sebuah “stress test” terhadap goncangan ekonomi global dilakukan baru-baru ini pada bank-bank di Eropa, dan umumnya tidak lolos ujian.

Bank of England bergegas  meyakinkan pasar global bahwa pemberi pinjaman  di Inggris tetap dalam posisi yang kuat untuk menghadapi goncangan keuangan global, tapi di wilayah Eropa yang tersisa mungkin  akan mengalami  turbulensi.

Otoritas Perbankan Eropa (European Bank Authority ), sebuah lembaga Uni Eropa, mengkordinasikan stress test  atas  51 lembaga pemberi pinjaman dari seluruh blok yang menyatakan keprihatinan. Hasil  tes menunjukkan  bahwa sebagian besar bank-bank Eropa dalam kondisi tidak siap menahan guncangan.   Demikian laporan Hangthebankers.com.



Salah satu hasil stress test terburuk adalah kemungkinandi8alami oleh  lembaga keuangan yang paling sistematis dan penting di Eropa, Deutsche Bank.  Sebanyak 98% keuntungan tahunan merosot, memicu kekhawatiran bahwa hal itu mungkin menjadi  “Lehman Brothers dari 2016” menciptakan efek domino menginfeksi aset dari sistem keuangan global, serupa yang terjadi pada perusahaan ini 2007/8 lalu.

Sama buruknya dengan berita tentang  Deutsche Bank,  adalah nasib lembaga keuangan yang paling rentan di Eropa,  Banca Monte dei Paschi di Siena (BMPS), Italia, satu nank tertua di dunia. BMPS dilaporkan sarat dengan pinjaman beracun dan hipotek dan mungkin  masuk ke dalam wilayah negatif – atau kebangkrutan.

Demikian perkembangan mutakhir perbankan di Eropa. Bilakrisis berkelanjutan bisa dipastikan efek dominomnya akan merambah ke mana-mana. (Zaim Saidi)
Like Fanpage kami :

Sunday, July 31, 2016

Post a Comment
close