Bergeraklah Kawan! Jangan Tertawan Penjara Ketakutan



Bismillah, hanya kepada Allah, saya memohon pahala, ampunan, kesehatan, dan kekuatan. Kita, seluruh umat Islam   telah berjanji kepada Allah untuk meneladani Rasul yang paling mulia. Allah SWT telah mengeluarkan kita dengan Islam dari berbagai kegelapan dan kesesatan menuju cahaya yang terang benderang; dan dengan Islam Allah SWT telah menjadikan kita sebagai umat yang mulia dan perkasa, yang disegani dan diperhitungkan oleh semua umat manusia.Rintangan, hamparan Kesulitan dan penghalang, senantiasa mengiringi langkah para pejuang. Bergeloralah darah juang di dada, itulah energi kehidupan.

Mendung semakin kelam, menyelimuti kehidupan orang-orang miskin di perkotaan, dengan selembar kain lusuh mereka mengikatkan harapan. Mendung itu semakin hitam, imperialisme, kapitalisme, liberalisme, menggantung di cakrawala, menyelimuti nusantara. Senja, tahun lama telah tertutup kelambu hitam, semua insan menanti semburat hangatnya sinar mentari pagi, membelah ufuk, menguak jendela kehidupan di tahun yang sesaat lagi akan datang. Esok hari, pertarungan demi pertarungan akan kita jalani, untuk meletakkan kembali pondasi masa depan negara ini.

Imperialisme di negeri ini tidak dijalankan dengan pedang atau bedil atau meriam atau kapal perang, tidak berupa perluasan daerah negeri dengan kekerasan senjata, tetapi ia bisa juga berjalan hanya dengan “putar lidah” atau cara “halus-halusan”saja, bisa juga berjalan dengan cara “penetration pacifique (campur tangan damai)”.

Kawan-kawan, buanglah prinsip yang salah, bentuklah apa yang harus! Beranilah membuang apa yang harus dibuang, beranilah membentuk apa yang harus dibentuk! Beranilah membongkar segala makar musuh yang ingin menghancur leburkan negara ini.

Kawan-kawan, kaum imperialis dengan berbagai cara telah berhasil membius kita semua untuk melupakan kepentingan kita bersama dan menghancurkan ukhuwah Islamiyah kita. Kita akan terus dibuat agar tetap lemah, sehingga mereka bisa leluasa menguasai kita, mengeruk sumber daya alam kita.

Secara politik kita tidak merdeka. Negeri ini tidak bisa mengatur dirinya sendiri. Kita punya pemerintah, tetapi produk kebijakannya lebih banyak yang merugikan kepentingan nasional dan menyengsarakan rakyat. Bukan rahasia lagi, ada banyak UU yang lahir di negara ini ternyata merupakan pesanan pihak asing. Ironis sekali!

Untuk itu, kita tidak boleh sedikitpun melupakan tugas serta tanggung jawab kita, untuk berjuang melepaskan diri dari cengkeraman imperialisme itu. Dengan memassifkan gagasan sistem Islam yang sempurna. Kita semua harus tetap sadar dan bangkit berjuang membongkar rekayasa kapitalisme Barat dan Timur untuk menguasai negeri ini. Dan hanya dengan jalan memaksimalkan gerak dakwah ulama dan umat Islam, perjuangan kita akan sampai kepada tujuan.

Ingat, umat Islam wajib menolak dan melawan setiap simbol, pemikiran dan sistem kehidupan selain Islam. Kaum Muslim wajib mengambil kekuasaan dari para penguasa yang ridha dengan simbol-simbol kufur, dan berbagai pemikirannya, serta mereka menerapkan sistem kufur dan perundang-undangannya.

Orang berakal adalah yang tidak panjang angan-angannya. Karena, siapa saja yang kuat angan-angannya, maka amalnya lemah. Siapa saja yang dijemput ajalnya, maka angan-angannya pun tidak ada gunanya. Orang berakal tidak akan meninggal tanpa bekal; berdebat tanpa hujah dan berbenturan tanpa kekuatan. Dengan akal, jiwa akan hidup; hati akan terang; urusan akan berjalan dan dunia akan berjalan. (Ibn Hayyan al-Basti, Raudhatu al-‘Uqala’ wa Nuzhatu al-Fudhala’)


Kawan-kawanku kaum muda… Islam memanggilmu, jadilah penolong dinullah, agar kemuliaan di dunia dan akhirat ada di tangan kita!

Audito Fauzul Hendratama-Mahasiswa UNP Kediri
(Aktivis Gema Pembebasan kota Kediri)
Like Fanpage kami :

Friday, July 15, 2016

Post a Comment
close