Masuk Masjid Hanya Untuk Menangkap Pokemon, Fenomena Apa ini?



Anda pasti sudah tahu dengan game Pokemon Go, yang beberapa akhir ini populer. Baik itu di luar negeri, bahkan hingga di Indonesia. Terlebih lagi kebanyakan orang Indonesia itu memiliki smartphone ber-OS Android.

Mungkin ada sebagian dari Anda yang belum begitu tahu. Pokemon Go itu game dengan Augmented Reality yang memungkinkan karakter Pokemon muncul di sekitar Anda. Bisa dilihat melalui Kamera.

Misalnya nih Anda lagi duduk di kursi, di depan meja. Di atas meja hanya ada laptop. Tapi, bila Anda menjalankan aplikasi game Pokemon Go tersebut, maka pada layar kamera akan tampak karakter seekor Pokemon. Yang notabene Pokemon tersebut bisa Anda tangkap.

Untuk mendapatkan gambarannya, mungkin Anda bisa coba browsing di YouTube terkait bagaimana gameplay Pokemon Go tersebut.

Nah, hanya saja, Pokemon-Pokemon tersebut kan tidak semuanya mudah didapatkan. Sebagian Pokemon hanya akan muncul pada tempat tertentu dan waktu tertentu. Bisa jadi, Pokemon yang langka hanya muncul di tempat-tempat yang unik.

Nah, terkadang, terdapat informasi bahwa ada seekor Pokemon yang langka, di suatu tempat yang kita harus jalan beberapa meter. Misalnya terdeteksi di Map; bahwa ada seekor Pokemon di suatu Minimarket, di suatu Warung, dan di suatu Mesjid. Maka, sang player harus jalan ke tempat tersebut sesuai tuntunan Map, untuk mendapatkan seekor Pokemon tersebut.

Nah, berarti karakter Pokemon-Pokemon tersebut bisa ditemukan dimana saja, bahkan di tempat ibadah seperti Masjid. Yaps, termasuk Masjid.

Beberapa player bahkan berburu karakter Pokemon di Masjid-masjid. Bahkan barusan kemarin adik saya yang sedang main Pokomen Go ini bercerita yang kurang-lebih, “Wah ada Pokemon nih di Mesjid Baiturrahman.”… ternyata benar faktanya…

Yah, paling tidak, selain kita mengingatkan mereka, ada baiknya juga kita berhusnudzon dan mendo’akan mereka; semoga mereka-mereka yang memenuhi Mesjid itu jangan hanya buat menangkap Pokemon saja. Melainkan untuk melakoni amal sholeh, seperti misalnya sholat, atau syariat ibadah lainnya.
Artikel Lainnya:  Resmi, Kemendikbud Melarang Pelaksanaan MOS oleh Siswa Mana Pun!

Meski memang kita harus berhusnudzon, tapi tidak ada salahnya bagi Anda yang hendak menganalisis, kenapa Pokomen tersebut muncul di Mesjid? Apakah kebetulan saja, atau by design?

Yang jelas, memang kalau faktanya ada seseorang yang tumben pergi ke Mesjid buat nangkap Pokomen doang, sebelumnya dan sesudahnya kalau ada adzan nggak mau pergi ke Mesjid buat sholat berjamaah sementara dia tak ada udzur syar’i, berarti orang tersebut harus mengevaluasi dirinya.(teknikhidup/dakwahmedia)
Like Fanpage kami :

Monday, July 18, 2016

Post a Comment
close