Tolak Pemimpin Kafir, Seniman Ini Sampaikan Aspirasinya Lewat Lukisan



Yogyakarta. Menghangatnya suasana jelang pemilukada DKI Jakarta yang mewacanakan Basuki T. Purnama (Ahok) kembali maju sebagai salah satu kandidat, mendapatkan respon keras dari elemen umat Islam, termasuk seniman lukis asal Yogyakarta, Deni Je.

Dalam deskripsi lukisan berjudul "Tolak Sang Penutup Jalan" itu, Deni menjelaskan bahwa seorang pemimpin kafir akan 'menutupi' umat manusia menuju jalan yang lurus, dengan berbagai penghalang, dan mengarahkan rakyat ke dalam kenestapaan.

Tolak Sang Penutup Jalan


Lukisan berdimensi 19 x 28 cm tersebut menggambarkan hamparan jalan dengan banyak penghalang. Di ujung jalan tersebut tampak sekumpulan bangunan serupa masjid. Terdapat tiga tikungan melenceng dengan api di masing-masing ujung jalan tersebut.

"Api yang dimaksud adalah kezaliman di dunia dan kesengsaraan di akhirat", imbuh sang pelukis, yang juga merupakan Ketua Komunitas Seni 'Khilafah Arts Network (KHAT).

Sebelumnya, 20 ribu umat Islam yang diorganisir Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) berkumpul di Kawasan Monas melakukan unjuk rasa dengan seruan "Pemimpin Kafir Haram". Dalam kesempatan tersebut Jubir HTI, Ismail Yusanto menyatakan, "Syarat utama pemimpin wajib muslim. Bila bukan muslim bagaimana mungkin ia bisa diharapkan menerapkan syariah dan menegakkan amar makruf-nahi mungkar, sedangkan ia tidak beriman pada syariah dan tidak memahami kewajiban amar makruf-nahi mungkar?" (erteka)
Like Fanpage kami :

Wednesday, September 7, 2016

Post a Comment
close