Myanmar Tak Akui Pelanggaran HAM terhadap Etnis Rohingya




Pemerintah Myanmar membantah adanya pelanggaran hak asasi manusia terhadap etnis Muslim Rohingya di Rakhine.

Jubir kepresidenan Myanmar, Zaw Htay mengatakan bahwa tuduhan yang melibatkan pasukan keamanan itu hanya “omong kosong”.


“Mereka hanya menuduh, kita tidak melakukan apa-apa tanpa hukum,” ujarnya.



Dalam menanggapi hal ini, Amnesty Internasional menyindir pemerintah otoritas Myanmar yang membatasi para peneliti independen untuk melakukan penyelidikan.

“Jika pasukan keamanan Myanmar tidak terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia sebagaimana yang diklaim oleh otoritas setempat, mereka seharusnya tidak mempersulit akses peneliti independen,” tegas Rafendi Djamin, Direktur Amnesty International untuk Asia Tenggara dan Pasifik.



Sebelumnya, wartawan lokal juga membeberkan bahwa tentara Myanmar telah menghambat mereka ketika melakukan perjalanan ke Maungdaw yang terkena dampak operasi genosida.

Bahkan, pasukan Myanmar tidak memberikan akses ke bagian Rakhine utara dengan alasan bahwa pihak berwenang tidak dapat menjamin keselamatan mereka.
Sumber : kiblat.net


Like Fanpage kami :

Saturday, October 29, 2016

Post a Comment
close