Gema Pembebasan Tuntut Jokowi Perintahkan Polisi Tangkap Ahok




Gerakan Mahasiswa Pembebasan (Gema Pembebasan) yang bermarkas di Crown Palace Jl. Prof Soepomo Jakarta Selatan. Melakukan Aksi unjuk rasa sekaligus menyatakan sikapnya, Selasa (2/11/2016), dengan tema “Jokowi, Perintahkan Polri Tangkap Ahok” dengan cara longmarch dari patung kuda menuju Istana Negara mulai pukul 13.20 Wib.

Aksi diikuti lebih kurang 1000 massa yang tersebar dari puluhan kampus sejabotabek (UI, UNJ, UIN, Gundar, IPB, UMJ, UIKA, UNPAK, EL Rahma, USNI, Uintirta dll) acara berakhir pada pukul 16.00 dengan doa dan bubar dengan teratur.

Dalam orasinya Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Pembebasan, Ricky Fattamazaya, SH, MH. mengatakan, sebagaimana telah ramai diperbincangkan dan sudah menjadi opini publik secara nasional maupun Internasional yakni penistaan terhadap agama Islam berupa pelecehan Alquran surat Al Maidah yang dilakukan oleh Basuki Tjahja Purnama alias Ahok. Meski Ahok telah menyatakan permohonan maaf tentu tidak serta merta menjadikan Ahok bebas dari jeratan hukuman, bukti atas penistaan agama Islam yang dilakukannya telah cukup mengantarkan Ahok menjadi tersangka.

Selanjutnya Ricky Fattamazaya, menegaskan, kendati demikian hingga pernyataan sikap ini dilayangkan, Bareskrim Polri belum juga menangkap Ahok, terlapor penista Agama tersebut. Hal ini tentu akan semakin membuat marah umat Islam bahkan sudah seperti bola salju yang menggelinding semakin tak terbendung dari hari ke hari umat Islam di berbagi pelosok negeri dan dari berbagai kalangan termasuk Pelajar dan mahasiswa terus bahu- membahu menyatakan kemarahannya dengan turun ke jalan menuntut Ahok agar segera ditangkap.

“Jika tuntutan umat Islam ini tidak segera disambut pihak Aparat Kepolisian yang berwenang bukan tidak mungkin akan memicu kemarahan umat Islam yang lebih besar lagi,”tegasnya

Lebih lanjut Ricky Fattamazaya,mengutarakan di sisi lain sikap Pemerintah dibawah Presiden Jokowi yang cenderung lambat merespon sikap umat Islam ini memunculkan kecurigaan besar bahwa rezim sedang melindungi Ahok, apalagi petahana Gubernur DKI Jakarta seolah kebal hukum. Beberapa kasus yang melibatkannya tak sampai membuatnya terjerat. Padahal oleh berbagai pengamat Ahok disebut terindikas kuat terlibat korupsi Sumber Waras dan pelanggaran hukum pada proyek Reklamasi Teluk Jakarta namun ternyata Ahok kembali lolos dari jeratan hukum.

“Sekali lagi jika dalam kasus penistaan Agama yang buktinya sangat gamblang ini Ahok kembali lolos maka tentu menunjukkan bahwa rezim Jokowi sedang melindungi Ahok.”ujarnya

Maka atas dasar banyaknya pelanggaran yang di lakukan Ahok tersebut, kami Gerakan Mahasiswa Pembebasan menyatakan 5 poin sikap, diantaranya :

1. Menuntut kepada Jokowi memerintahkan Polri untuk menangkap Ahok yang telah jelas melakukan penistaan terhadap Alquran dan Ulama.

2. Menuntut kepada Bareskrim Polri agar segera tangkap Ahok, jangan gentar dengan kekuatan apapun yang berada dibalik kebalnya Ahok, jika kalian menegakkan kebenaran, umat bersama kalian namun jika kalian bersama para pelindung Ahok, nantikanlah umat yang lebih besar dan adzab Allah SWT.

3. Bagi siapa saja yang melindungi dan membela Ahok penista Alquran dan Ulama, termasuk jika itu Anda Jokowi maka ingatlah firman Allah SWT,

4. Menyerukan kepada kaum muslimin untuk bahu membahu menolak pemimpin kafir, menegakkan hukum Allah, menjaga kemuliaan Islam Alquran dan Ulama, khusisnya dalam kasus Ahok ini teruslah berseru tolak Ahok, tangkap dan hukum Ahok penghina Alquran dan Ulama!

5. Menyerukan kepada umat agar terus berjuang atas nama Islam dan Akidah Islam karena dengan itulah ummat aan mencapai kebangkitannya yang hakiki yakni dengan ditegakkannya Syariah dalam bingkai Daulah Khilafah Rasyidah. (san)

Silahkan Bagikan Jika Bermanfaat

Wednesday, November 2, 2016

Post a Comment
close