Kisah Syahrie Omar, Syuhada 411 #BelaQuran




Sebelum berangkat menuju #AksiBelaQuran, almarhum Syahrie Oemar Yunan (65 tahun), sempat berdiri lama di depan pintu. Kepada istrinya, ia meminta didoakan agar perjuangannya diridhai Allah SWT.

“Dia sempat berdiri lama di depan pintu. Dia berdoa panjang, kemudian berkata: doakan saya mau berjuang,” ujar Hermalina, istri syuhada (kama nahsabuhu, red) #AksiBelaQuran ini.

M. Syachrie menghadap ke rahmatullah dengan meninggalkan 7 putera dan puteri. Ia memiliki 3 orang putera dan 4 orang puteri.

Pantauan wartawan anggota Jurnalis Islam Bersatu (JITU) di rumah duka, tak ada tanda-tanda kesedihan mendalam pada raut istri dan anak-anak almarhum M. Syachrie. Keluarga dan tetangga malah nampak bangga dan gembira. Usai tahlilan, para pemuda yang duduk di ujung gang dengan semangat menceritakan jihad dan kisah syahidnya M. Syachrie

“Di sini orang-orang pada bilang, cocoklah kalau Pak Syachrie yang dapat (syahid -red). Semua anak-anak dan warga bangga dengan beliau,” ujar Hermalina saat ditemui di kediamannya di Komplek Binong Permai, Kelurahan Curug, Kecamatan Binong, Tangerang pada Sabtu, (05/11).

Karena terkesan atas kebaikan M. Syachrie semasa hidupnya, warga sekitar pun berbondong-bondong untuk menyalati dan mengiringi jasadnya ke liang lahat.


“Banyak banget, ada ratusan orang sampai masjid gak muat. Itu Masjid keisi semua ga ada ruang yang kosong, sebenarnya pada mau masuk tapi ga muat,” tuturnya.

Sosok Pecinta Habib Munzir


Sosok Syuhada #AksiBelaQuran Almarhum M. Syachrie Oemar Yunan (65 tahun) dikenal warga sekitar sebagai jemaah zikir dan shalawat, serta pribadi yang suka membantu tetangga.

Syachrie merupakan Ketua Pengurus Musholla Bina Ihsani di Komplek Binong Permai, Kelurahan Curug, Kecamatan Binong, Tangerang. Ia merupakan aktivis majelis taklim dan Jemaah Majelis Rasulullah pimpinan almarhum Habib Munzir Al-Musawa.

Kepada JITU, istri M. Syachrie, Hermalina menunjukkan foto almarhum M. Syachrie bersama dengan almarhum Habib Munzir Al-Musawa. “Foto ini diambil sebulan sebelum Habib Munzir meninggal,” kata dia.

Malam sebelum aksi 4 Nopember, Syachrie mengajak tetangganya sekitar untuk berjihad dan turut serta dalam #AksiBelaQuran di depan Istana Negara.

“Hampir semua tetangga ketemu Pak Syachrie semangat sekali. Beliau menyampaikan ini adalah jihad, beliau sudah bertekad untuk membela Al-Quran,” ujar Hermalina, istri almarhum kepada wartawan anggota Jurnalis Islam Bersatu (JITU) di kediamannya di Komplek Binong Permai pada Sabtu, (05/11).

Meskipun sudah berusia lanjut, Syachrie adalah pribadi yang bersemangat. Ia orang yang disiplin dan tegas tapi mudah terenyuh dan ringan tangan.

“Dia orangnya keras tegas, mudah terenyuh. Ada gimana-gimana, dia kalau diminta bantuan cepat dan semangat,” ungkapnya bahagia.

Sebab itu, banyak warga di lingkungan sekitar merasa kehilangan dengan kepergian almarhum Syachrie.


“Tetangga kiri-kanan sudah kaya saudara semua. Banyak yang nangis, kepada siapa lagi saya curhat. Pak RW dan Pak RT juga bilang begitu,” tambahnya. (www.dakwahmedia.net)

Dari berbagai sumber
Like Fanpage kami :

Sunday, November 6, 2016

Post a Comment
close