Maklumat Polda Metro Jaya, Makar Diancam Hukuman Mati


Aparat kepolisian bergerak cepat dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kambtibmas) akibat rencana aksi demonstrasi sejumlah pihak pada 2 Desember 2016 mendatang.

Polda Metro Jaya akhirnya mengeluarkan Maklumat Kapolda Metro Jaya tentang penyampaian pendapat di muka umum.

Edaran maklumat Kapolda Metro Jaya Nomor Mak/05/XI/2016 tertulis secara gamblang peraturan yang mendasari soal unjuk rasa di muka umum dan ancaman bagi para pendemo yang memiliki agenda lain dalam aksi unjuk rasa tersebut, dalam hal ini perbuatan makar.

Tak tanggung, perbuatan makar akan diancam hukuman mati atau penjara seumur hidup atau hukuman kurungan 20 tahun.

Berikut kutipan lengkap maklumat tersebut yang ditelurkan pada 21 November 2016 dan ditandatangani oleh Kapolda Metro Jaya Irjen M. Iriawan.




Bahwa dalam rangka menyikapi maraknya penyampaian pendapat di muka umum di Wilayah Hukum Polda Metro Jaya, maka Kepolisian Daerah Metro Jaya mengeluarkan maklumat kepada penanggungjawab dan peserta penyampaian pendapat di muka umum serta diwajibkan mematuhi ketentuan sebagai berikut:

a. Agar mematuhi ketentuan-ketentuan sebagaimana diatur dalam UU RI No. 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Penyampaian Pendapat Di Muka Umum, khususnya tentang kewajiban, larangan dan sanksi bagi pelaku atau peserta penyampaian pendapat di muka umum. Apabila tidak sesuai dengan ketentuan dan melanggar hukum akan dilakukan tindakan Kepolisian secara tegas dari mulai pembubaran kegiatan sampai kepada penegakan hukum sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku


b. Penyampaian pendapat di muka umum baik berupa unjuk rasa, demonstrasi, pawai, rapat umum dan atau mimbar bebas dilarang membawa senjata tajam, senjata pemukul atau benda-benda yang membahayakan, serta telah memberitahukan terlebih dahulu secara tertulis kepada Polda Metro Jaya.

c. Pelaksanaan penyampaian pendapat di muka umum dilarang mengganggu ketertiban umum, merusak fasilitas umurn, melakukan perbuatan yang mengakibatkan gangguan fungsi jalan raya/arus lalulintas melakukan provokasi yang bersifat anarkis maupun yang mengarah kepada SARA dan pelaksanaan kegiatan penyampaian pendapat di muka umum di tempat terbuka dibatasi mulai pukul 06.00 WIB sampai maksimal Pukul 18.00 WIB.

d. Di dalam melakukan penyampaian pendapat di muka umum di larang melakukan kejahatan terhadap keamanan negara berupa makar terhadap Presiden dan atau Wakil Presiden RI, makar hendak memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia dan makar dengan menggulingkan Pemerintah Indonesia, terhadap perbuatan tersebut dapat dihukum mati atau seumur hidup atau penjara selama-lamanya 20 tahun dan/atau melakukan tindak pidana lainnya sebagaimana dimaksud dalam KUHP dan atau dalam Undang-Undang tertentu yang berlaku.

Demikian maklumat ini untuk dipahami dan dimengerti oleh semua pihak.[kriminalitas]
Like Fanpage kami :

Monday, November 21, 2016

Post a Comment
close