Orang yang Berani Lap Sepatunya dengan Bendera Amerika ini Ternyata Seorang Professor




Jangan melihat buku dari covernya, begitulah kira-kira gambaran yang tepat untuk melukiskan sosok unik, slengean, rambut gondrong, berani, namun ternyata seorang Professor.


Sosok itu merupakan kepribadian dari Prof. Muhammad Tamim Pardede. Siapa yang menyangka dibalik penampilan ala reggae, kurus, pecinta kopi dan rokok beliau adalah ahli rekayasa genetik, biofuel formulator?.

Seorang Netizen yang juga pernah berhubungan dengannya, Ustadz Maaher At Thuwailibi menuliskan tentang Prof. Tamim Pardede. Berikut redaksi kutip:

DIA MEMANG SEORANG PROFESSOR. .

Kenapa sih melihat dan mengukur orang dari penampilan. Tanpa melihat isi dan substansi.
Sejak kapan Allah memandang hambanya dari penampilan?

Seorang pecinta syariat Jihad yang lumayan pro-aktif menyuarakan antiliberal, antiPKI, dan anti sekuler. Proaktif membela syariat dengan gaya khasnya yang nusantarais; kok dengan mudahnya dianggap remeh!?? Apalagi dengan entengnya lisanmu menganggapnya "Syadz". Bacaan Quranmu saja mungkin belepotan, kok menganggap seorang professor "Syadz". Beliau sebenarnya tidak syadz. Tapi akalmu saja yang tak mampu menjangkau daya nalarnya yang sudah mencapai pentium 10.

NGGA PERLU KAGET. Prof. Muhammad Tamim Pardede itu memang seorang PROFESSOR. Professor dibidang kimia-fisika setahu saya. beliau kenal saya dan saya pun kenal beliau. Meski tidak begitu akrab. Setidaknya, saya banyak sejalan dengan buah fikirnya. Meskipun kadang-kadang geleng-geleng kepala melihat lawakan dan humornya yang sedikit menyesakkan dada. Wala nuzakki 'alallahi ahadaa.. Tapi, itulah manusia. Punya warna dan dinamika. Biarkan dia berexpresi sebagai hak pribadinya. Selama tidak melanggar etika dan norma agama. Kalau anda tidak suka, diam ! Tahan lisan ! Gampang kan..!?

Prof. Muhammad Tamim Pardede orang medan berdarah jawa. Beliau lama di medan. Satu daerah dengan saya. Beliau juga berilmu dan cukup berwawasan. Bukan orang kerdil sebagaimana yang di sangka sebagian oknum. Kitab Shahih Bukhori dan kutubussittah mungkin sudah menjadi "makanan" beliau. Saya sering ngobrol/chating dengan beliau via whatsApp. Interaksi dan komunikasi yang kerap kita lakukan akan menampakkan daya fikir dan intelektualitas seseorang.

Mungkin, beliau enggan dipanggil ustad. Tapi karena ihtirom (rasa hormat) saya kepada yang lebih tua dan karena beliau saya anggap berilmu, saya biasa memanggil beliau "ustadz". Ustad Tamim Pardede. Begitu saya menyapa beliau.. Masalah orang tidak suka, terserah. Siapa saja bebas berasumsi.
Sepanjang yang saya tahu, beliau orang yang cerdas. Siapa yang Allah kehendaki baginya kebaikan, mudah sekali bagi Allah memberinya kecerdasan. Kecerdasan beliau tentunya hanya bisa difahami oleh orang-orang yang cerdas pula. Karena orang jahil tak kan mampu menjangkau kecerdasan kaum intelektual. Logikanya, kalau ngga cerdas nggak mungkin jadi professor. Kecuali kalau Profesor "abal-abal" yang hanya bisa ngebacot di kolom-kolom facebook orang.

Any Way, saya tahu beliau masih merokok. Tapi saya tidak punya waktu untuk masuk ke rahanah itu. Kenapa? Karena saya belum tentu lebih baik dan lebih suci dari beliau. Sedangkan hidayah ditangan Allah Rabbul 'Izzah. Siapa tahu di balik gayanya yang serba "aneh" menurut sebagian orang, ternyata dia adalah diantara hamba-hamba Allah yang paling banyak bersujud di setiap sepertiga malam. Ngga ada yang tau kan..? Daripada yang keliatannya sok imut, padahal aslinya amit-amit.

Intinya. Muhammad Tamim Pardede adalah benar seorang Professor. Ngga usah menilai orang dari penampilan. Apalagi sampai menilainya "syadz". Ingat, si hitam legam itu terompahnya ada di Surga. Dialah Bilal Bin Rabah. Ingat, si kurus jangkung itu penghuni Surga, mendampingi Nabi hidup dan mati, dialah Abu Bakar As-Shiddiq. Radhiyallahu'anhu.

So, jangan suka berprasangka deh. Biasakan berbaik sangka kepada siapapun selama dia masih MUSLIM. Sebelum menjustifikasi kekurangan orang lain, pastikan dirimu sempurna !
Allahul Mustaan.

Salam Cinta dari saya,

Maaher At-Thuwailibi

Simak video aslinya di sini



Like Fanpage kami :

Monday, November 14, 2016

Post a Comment
close