Pasukan Berani Mati Ancam Adili Ahok, Jika Pasca Aksi 212 Ahok Belum Juga Ditangkap



Aksi Bela Islam akan memasuki edisi ketiga pada Jumat besok (2/12), atau "Aksi 212".

Aksi ini adalah menuntut agar Gubernur DKI Jakarta (nonaktif) Basuki Tjahja Purnama alias Ahok yang sudah ditetapkan jadi tersangka kasus penodaan agama "Al-Maidah 51", agar segera ditahan.

"Kami selama 2 bulan lebih ini sudah sangat bersabar mengikuti perintah dan arahan para kiai, ulama dan habaib yang mempercayakan semua proses hukum Ahok kepada penegak hukum," kata Koordinator Pusat Pasukan Berani Mati Adili Ahok Penista Al-Qura'an, Gusrin Lessy, Kamis (1/12).

Namun hingga kini, lanjut Gusrin, aspirasi ratusan juta umat Islam di berbagai daerah dalam aksi-aksi yang menuntut Ahok segera ditangkap tidak juga digubris oleh penegak hukum.

Bahkan, Presiden Jokowi malah sibuk menggalang dukungan dengan mengumpulkan ulama, menyambangi pasukan khusus TNI dan Polri untuk "menyelamatkan" Ahok yang sekaligus menyelamatkan kekuasaannya dari gelombang desakan umat Islam yang mulai menyenggol ke Istana.

"Siapa sebenarnya Ahok ini sehingga pembelaan Jokowi begitu membabi buta kepadanya," uajar Gusrin dalam rilisnya.


Kemudian umat Islam malah dituduh hendak makar, dituduh anti kebhinekaan, anti Pancasila, intoleran dan pemecah belah NKRI. Menurutnya, hal ini sangat menyakitkan perasaan dan hati umat Islam.

"Di satu sisi Ahok yang memulai masalah dengan ucapan penistaan Al-Qura'an dan menghina ulama tidak ditangkap, malah lewat jejaring kekuasaannya, menebar provokasi dengan aksi bhineka tunggal ika yang nyatanya gagal total dan tidak mendapat dukungan rakyat," papar Gusrin.

Jelas dia, sabar itu ada batasnya, republik ini juga tidak akan merdeka jika anak-anak muda tidak mendesak dan memaksa kaum tua.

"Maka dari itu kami ingatkan sekali lagi, Pasukan Berani Mati Adili Ahok Penista Al Qura'an akan bertindak sendiri jika paska Aksi Bela Islam III, Ahok belum juga ditangkap," tegas Gusrin tanpa merinci. [rmol]

Like Fanpage kami :

Thursday, December 1, 2016

Post a Comment
close