Rombongan bus Aksi 212 diadang polisi di Pantura dan jalur selatan



Bus rombongan demonstran aksi bela Islam Jilid III tanggal 2 Desember asal Jawa Timur yang hendak berangkat ke Jakarta, diadang polisi di kawasan Pantura (pantai utara) dan jalur selatan, Kamis (1/12).

Informasi ini dibenarkan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Anton Setiadji. Bahkan dia menyebut itu memang instruksinya. Namun jenderal polisi bintang dua ini membantah itu sebagai upaya penggagalan.

"Bukan (menggagalkan keberangkatan). Jadi itu memang perintah saya. Kita ini, yang saya sampaikan tadi, untuk mengecek, kita (massa) ke Jakarta dalam rangka untuk doa bersama," kata Anton di Kantor Gubernur Jawa Timur, Jalan Pahlawan, Surabaya.
Menurut Anton, pengadangan tersebut sebagai upaya memastikan para demonstran asal Jawa Timur tidak membawa barang-barang terlarang ke Jakarta, yang bisa membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

"Sehingga kita memastikan saudara-saudara kita ini tidak membawa bahan-bahan berbahaya. Nah kalau membawa bahan-bahan berbahaya, contoh kalau kita membawa narkoba dan segala macem, senjata tajam dan segala macem, itu yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain," paparnya.
Mantan Kapolres Banyuwangi ini juga mengingatkan, dengan membawa benda terlarang, dikhawatirkan bisa memicu situasi tak kondusif aksi di Jakarta hari Jumat besok. "Dan itu (barang berbahaya) akan memicu, saudara-saudara kita akan melakukan tindakan yang lain," katanya.
Seperti pengadangan keberangkatan kelompok Pemuda Islam Gresik yang hendak pergi ke Jakarta pagi tadi misalnya. "Kita tidak menghalang-halangi, ini termasuk saudara kita yang di Gresik."
Anton juga mengklaim, upaya yang dilakukan telah disampaikan ke GUIB (Gerakan Umat Islam Bersatu)‎ Jawa Timur. "Karena mereka (GUIB) juga menyampaikan, kami tidak pernah menghalang-halangi mereka. Hanya kita memastikan, karena itu tadi, yang nanti menghadapi (warga Jatim di Jakarta) bukan kita, gitu loh," terang Anton lagi.

Anton juga menegaskan, upaya yang dilakukan pihaknya ini untuk memastikan warga Jawa Timur yang ikut aksi 2 Desember tetap aman di Jakarta, dan bisa kembali pulang dengan selamat.
‎"Sekarang, saudara-saudara kita kan banyak yang belum tahu Jalan Hayam Wuruk, Jalan Thamrin. Mereka enggak tahu (kalau ada apa-apa) mau lari ke mana? Nanti siapa tahu kalau ada apa-apa?," sambungnya.

Informasinya, ‎selain di Gresik, polisi juga mengadang rombongan demonstran dari Bangkalan, Madura yang berangkat ke Jakarta menggunakan bus.

Saat tiba di daerah Tuban, rombongan asal Pulau Garam ini dicegat beberapa polisi. Mereka difoto, diminta tanda tangan dan mengisi buku tamu, untuk kemudian dipersilakan melanjutkan perjalanan menuju Ibu Kota.

Sumber : https://www.merdeka.com/peristiwa/rombongan-bus-demonstran-diadang-polisi-di-pantura-dan-jalur-selatan.html
Like Fanpage kami :

Thursday, December 1, 2016

Post a Comment
close